TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Politeknik Indonesia Siap Jadi Motor Industri 4.0

Nurdian Akhmad
4 December 2018 | 13:36
rubrik: Business Info
Politeknik Indonesia Siap Jadi Motor Industri 4.0

Foto: Humas Polytechnic Education Development Project/PEDP

Jakarta, TopBusiness –  Kesiapan dunia pendidikan politeknik dalam memajukan industri 4.0 ditegaskan melalui kegiatan Polytexpo 2018 – International Polytechnic Conference and Exhibition, yang berlangsung di Politeknik Negeri Malang pada 3-4 Desember 2018.

“Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi melalui Polytechnic Education Development Project (PEDP), yang didukung Asian Development Bank dan Pemerintah Canada, selama lima tahun terakhir ini fokus pada peningkatan kualitas keluaran pendidikan politeknik dan relevansinya dengan kebutuhan pasar kerja. Terutama untuk memenuhi tuntutan industri 4.0 yang berbasis teknologi digital dan khususnya yang terkait dengan ekonomi kreatif,” jelas Direktur Pembelajaran, Dr. Ir. Paristiyanti Nurwardani, MP dalam siaran persnya yang diterima redaksi, Selasa (4/12/2018).

Indonesia diprediksi akan membutuhkan sedikitnya 113 juta pekerja terampil pada tahun 2030 – dari yang saat ini yang tersedia sebanyak 55 juta orang – agar mampu mencapai target pertumbuhan ekonomi di sejumlah sektor prioritas. PEDP dibentuk untuk memperkuat kualitas institusi politeknik dan lulusannya khususnya dalam mendorong sektor manufaktur, infrastruktur, pertanian, energi dan pariwisata.

Demi mencapai tujuan tersebut, PEDP melakukan upaya penyempurnaan kurikulum yang mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia. Prosesnya dimulai dari studi pelacakan (tracer study), penentuan profil lulusan, penetapan bahan kajian, penyusunan distribusi matakuliah dan penyusunan perangkat pembelajaran serta instrumen evaluasi, untuk dapat menentukan hasil pembelajaran seperti yang diharapkan oleh pengguna jasa.

Proyek ini diimplementasikan melalui 2 mekanisme hibah, yaitu; hibah penugasan kepada 13 politeknik negeri melalui beberapa kriteria yang ditetapkan, dan hibah kompetisi kepada 27 politeknik negeri dan swasta (di antaranya terpilih 6 politeknik swasta).

“Hasil akhir yang dituju dari strategi PEDP adalah meningkatnya mutu dan relevansi sistem pendidikan politeknik, meningkatnya akses dan kesetaraan kesempatan untuk masuk ke dalam pendidikan politeknik, meningkatnya keterlibatan sektor swasta dalam memperbaiki daya saing lulusan, dan terwujudnya perbaikan tata kelola pendidikan politeknik,” imbuh Paristiyanti.

BACA JUGA:   Brantas Abipraya Rencana Go Public Tahun 2018

Beberapa capaian PEDP antara lain meningkatnya kemampuan dan keterampilan staf pengajar dan teknisi, bertambah lengkapnya peralatan laboratorium dengan teknologi terkini, juga kurikulum serta materi ajar yang telah disempurnakan dan lebih sesuai dengan tuntutan industri saat ini.

Selain itu, di hampir semua politeknik penerima bantuan PEDP kini telah didirikan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan Tempat Uji Kompetensi (TUK) untuk membekali lulusannya dengan sertifikasi keahlian yang diperlukan. Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) juga disiapkan untuk memberikan pengakuan terhadap capaian pembelajaran seseorang baik itu melalui pendidikan formal, non-formal maupun informal, sehingga ia dapat melanjutkan pendidikan atau menerima sertifikasi di jenjang yang setara dengan pengalamannya.

Tidak hanya itu, setiap politeknik didorong agar mempunyai keunggulan yang spesifik sesuai dengan kondisi setempat dan kapasitas sumberdaya-nya melalui apa yang disebut sebagai Pusat Unggulan Teknologi (PUT). PUT ini dapat berupa pusat kegiatan penelitian terapan, pusat pelatihan, teaching factory, atau dalam bentuk lain dimana proses pembelajaran mahasiswa terintegrasi di dalamnya,sehingga diharapkan bisa menumbuhkan semangat kewirausahaan dalam institusi.

Tags: Politeknik Negeri Malang
Previous Post

Butuh Pembiayaan, Pemerintah Terbitkan Surat Utang US$ 3 Miliar

Next Post

Lepas 33,33% Saham ke Pubik, Satria Mega Tawarkan Harga Rp165

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR