Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini kembali berpotensi melanjutkan pelemahannya. Kendati belum dalam tren pelemahan, tapi susah untuk menguat.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.364 atau melemah 73 poin dari penutupan kemarin di level 14.291. Dalam satu jam pertama, rupiah terus anjlok ke posisi 14.389.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, mulai adanya pelemahan pada Rupiah, memang secara tren belum mengubah arah untuk kembali melanjutkan pelemahannya.
“Akan tetapi, perlu diantisipasi jika terjadi kondisi tersebut seiring adanya potensi pembalikan arah dari penguatan USD. Karena pelaku pasar kembali memperhatikan arah dari The Fed dalam menentukan suku bunganya,” jelas Reza di Jakarta, Rabu (5/12/2018).
Meski begitu, kata dia, masih adanya sejumlah sentimen positif dari dalam negeri diharapkan dapat menahan pelemahan Rupiah. “Sehingga dapat kembali menemukan momentum kenaikannya,” kata dia.
Sebelumnya, penurunan rupiah dipicu oleh sikap pelaku pasar yang kembali meragukan kesepakatan penangguhan pengenaan tarif impor antara AS dan Tiongkok. Ini membuat CNY melemah dan berimbas pada pergerakan sejumlah mata uang Asia lainnya, termasuk Rupiah.
“Pada akhirnya, kenaikan Rupiah dalam beberapa hari terakhir kembali tertahan,” ujarnya.
Di sisi lain, sentimen dari domestik dengan adanya perkiraan penurunan kredit konsumsi akibat imbas kenaikan suku bunga turut menekan pergerakan Rupiah.
Dengan kondisi itu, Reza memperkirakan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 14292-14278.
“Diharapkan kenaikan masih terjadi meski juga perlu diwaspadai adanya potensi pelemahan kembali,” kata Reza.
Penulis: Tomy
