Jakarta,TopBusiness—Staf Ahli Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo), Prof. Henry Subiakto, mengatakan di Jakarta bahwa persoalan digitalisasi di Indonesia bukan hanya terkait infrastruktur. Tetapi juga terkait persoalan mengubah budaya kalangan pemerintahan dan masyarakat.
“Dalam hal masuk ke digitalisasi, masyarakat pun sering belum berbudaya seperti yang diharapkan,” kata dia saat menyampaikan key note speech di acara puncak Top IT and Telco 2018 yang digelar Majalah IT Works di The Sultan Hotel, Jakarta (6/12/2018).
Dia mengatakan, terwujudnya smart city pun tidak hanya persoalan teknologi informasi (TI). Namun, juga menyangkut rekayasa sosial untuk mengubah budaya masyarakat.
“Oleh karena itu, ahli ilmu sosial pun penting bagi keberhasilan konsep smart city,” kata Henry.
Hal lain, dalam implementasi e-government, tiap kementerian di Indonesia punya sistem yang berbeda. Hal serupa pun terjadi di tingkat pemerintahan daerah.
“Hal seperti ini terjadi karena kita tidak terbiasa kolaborasi,” papar Henry.
Terkait hal seperti itu, Henry menambahkan, aktivitas apresiasi kepada implementor digitalisasi di pemerintahan dan swasta seperti yang digelar Majalah IT Works, disambut baik oleh Kominfo.
“Apresiasi seperti ini bisa meningkatkan edukasi mengenai TI-nisasi di Indonesia,” kata dia.
Penulis: Adhito
