Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diprediksi masih du zona negatif. Di sesi pagi, rupiah dibuka melemah tipis.
Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di posisi 14.525 atau melemah tipis 5 poin dari penutupan kemarin di level 14.520. Dalam satu jam pertama rupiah masih terdepresiasi ke posisi 14.529 atau anjlok 9 poin alias 0,06%.
Menurut analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI), Reza Priyambada, peluang pelemahan pun kembali terjadi seiring belum adanya sentimen yang dapat menahan penurunan rupiah itu.
“Sehingga membuat pergerakan USD yang cenderung kembali meningkat dan rupiah pun berpotensi melemah,” kata dia di Jakarta, Jumat (7/12/2018).
Bahkan secara teknikal, kata dia, pelemahan yang terjadi membawa pergerakan Rupiah menjauhi area lower bollinger band dan mendekati area middle bollinger band.
Sebelumnya, sentimen dari dalam negeri tak membuat rupiah menguat. Pernyataan yang disampaikan Menkeu Sri Mulyani Indrawati dimana defisit anggaran hingga November 2018 mencapai Rp287,9 triliun atau 1,95 persen dari PBD atau lebih rendah dari rencana APBN sebesar 2,19 persen tak membuar rupiah terapresiasi.
Selain itu, realisasi belanja negara hingga November 2018 tercatat mencapai Rp1.942,4 triliun atau 87,5% dari target APBN 2018 dengan pertumbuhan sebesar 11%.
“Itu semua belum cukup mampu mengangkat laju Rupiah. Bahkan optimisme Pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi di tahun ini mencapai 5,2% belum mampu membuat Rupiah menguat,” katanya.
Di sisi lain, pelemahan Rupiah terimbas sentimen global terutama dari ditangkapnya salah satu petinggi Huawei di Kanada. Adanya kejadian tersebut, pelaku pasar mengkhawatirkan hubungan dagang antara AS dan Tiongkok, sehingga mengantisipasi dengan mengambil posisi pada USD.
Dengan kondisi itu, Reza memperkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14.521-14.509.
“Namun demikian, diharapkan pelemahan Rupiah dapat lebih terbatas dan waspadai adanya potensi pelemahan kembali,” katanya.
Penulis: Tomy
