Jakarta, TopBusiness – Mengawali perdagangan saham pada Jumat (7/12/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada preopening bergerak turun 6,54 poin atau 0,10 persen ke 6.108,95.
Pada pembukaan perdagangan, indeks mencoba memangkas pelemahan dengan bergerak ke 6.109,75, dan sekitar pukul 09.04 WIB menuju 6.106,05 atau turun tipis 9,44 poin (0,15 persen).
Dari 273 saham yang diperdagangkan, 113 di antaranya menguat, 46 melemah dan 114 stagnan. Frekuensi perdagangan tercatat 10.509 kali dengan nilai transaksi Rp197,16 miliar dan 113,52 juta lembar saham diperjualbelikan.
Ada 10 indeks sektoral penggerak IHSG mayoritas masih menguat, sementara dua di antaranya mencatatkan koreksi. Meski mayoritas menguat, keuangan menjadi sektor yang mengimbanginya dengan mencatatkan penurunan 0,83 persen.
Investor asing mewarnai perdagangan pagi dengan aksi jual bersih (net sell) Rp54,81 miliar di pasar reguler, dan Rp58,52 miliar untuk seluruh pasar.
Adapun saham yang masuk daftar top gainers, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp875 atau 1,07 persen ke Rp82.400, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) naik Rp225 atau 2,10 persen ke Rp10.925, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) naik Rp50 atau 2,27 persen ke Rp2.250 dan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) naik Rp35 atau 2,03 persen ke Rp1.760.
Sementara, saham-saham yang masuk dalam jajaran top losers, yakni PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp300 atau 0,68 persen ke Rp43.900, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp375 atau 1,43 persen ke Rp25.925, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun Rp100 atau 1,16 persen ke Rp8.550 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun Rp20 atau 0,65 persen ke Rp3.550.
Seadngkan bursa saham utama Asia dibuka mayoritas menguat. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,82 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 0,66 persen. Indeks ASX 200 di Australia naik 0,76 persen dalam dengan semua sektor di wilayah positif.
