TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Resmi Tercatat di BEI, Saham URBN Melonjak 50%

Busthomi
10 December 2018 | 10:52
rubrik: Capital Market
Saham-Waran Ini Distop untuk Cooling Down

Ilustrasi Bursa Saham/Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pengembang hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) hari ini secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sebagai emiten ke-54 di tahun ini.

Perseroan melepas saham ke Bursa melalui skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak 360.000.000 lembar saham atau setara 11,24% dengan harga awal Rp1.200,- per saham.

Dalam perdagangan debutnya, saham URBN naik 600 poin atau 50% ke level Rp1.800 dari harga IPO. Saham URBN ditransaksikan sebanyak 2 kali dengan volume perdagangan sebanyak 5 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp 900.000.

Direktur Urban Jakarta Tri Rachman Batara mengatakan, perseroan mendapatkan respon positif dan antusiasme masyarakat dari proses IPO ini. Hal tersebut tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,6 kali dari jumlah saham yang ditawarkan.

Dengan begitu, URBN berhasil mengantongi dana sebesar Rp 430 miliar. Nantinya, seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil IPO itu akan digunakan sekitar 51% untuk akuisisi lahan di wilayah Jabodetabek.

“Sekitar 31% akan digunakan Perseroan untuk belanja modal dan pengembangan. Sedang sisanya sekitar 18% akan digunakan Perseroan untuk modal kerja,” tandas Batara di Gedung BEI, Jakarta, Senin (10/12/2018).

Sejauh ini, kata dia, Urban Jakarta tengah membangun empat proyek berkonsep TOD yang berada pada lintasan jaringan LRT Jabodetabek.

Pihaknya yakin konsep itu akan menjadi pilihan cerdas bagi masyarakat urban di Jakarta dan sekitarnya. Terutama dalam menghadapi permasalahan utama mereka sehari-hari seperti kemacetan lalu lintas (accesibility) dan keterjangkauan (affordibility) kepada hunian yang baik.

Harapannya, dengan diserapnya produk dan layanan oleh pasar, tentu akan meningkatkan kinerja Perseroan, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan nilai investasi para pemegang saham.

BACA JUGA:   Indeks Berpotensi Lanjutkan Penguatan

“Dan tak hanya itu, juga bisa menjadi daya dorong yang besar bagi peningkatan kinerja serta kebangkitan sektor industri properti pada umumnya,” ungkap dia.

Untuk aksi korporasi ini, Urban Jakarta menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia dan PT Sinarmas Sekuritas selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters atau JLU).

Perseroan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 504.000.000 (lima ratus empat juta) Waran Seri I yang menyertai Saham Baru Perseroan atau sebanyak 19,68% dari total jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh pada saat pernyataan pendaftaran dalam rangka IPO.

Waran Seri I diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang Saham Baru yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada Tanggal Penjatahan.

Sebagai informasi, aset lancar Perseroan pada Semester I 2018 mengalami kenaikan sebesar Rp17,3 miliar, atau sebesar 1,69% dibandingkan dengan semester sebelumnya.

Hal ini terutama disebabkan karena adanya peningkatan pada aset real estat sebesar Rp162,31 miliar, atau sebesar 43,09%, sejalan dengan terlaksananya pembangunan proyek-proyek yang dimiliki oleh Perseroan.

Pendapatan URBN di semester I 2018 sebesar Rp52,4 miliar, meningkat sebesar 44,00% dibanding pendapatan tahun 2017. Peningkatan ini terjadi karena Perseroan telah menjual apartemen Lot 1 di proyek Gateway Park di Semester I 2018, dimana pada 2017 Perseroan baru menjual Ruko di proyek Gateway Park.

Marjin laba bersih perseroan pada Semester I 2018 sebesar 33,72%, meningkat dibandingkan semester sebelumnya, yaitu 28,36%. Hal ini dikarenakan terjadi peningkatan laba bersih Perseroan yang bersumber dari kenaikan pendapatan Perseroan.

Saat ini, dari empat proyek TOD itu total nilainya mencapai Rp 10,2 triliun selama kurang lebih lima tahun dan dua di antaranya merupakan Kerjasama Operasi (KSO) dengan PT Adhi Commuter Properti (d/h PT Adhi Karya Tbk – Divisi TOD) yaitu Gateway Park Rp 3,7 triliun dan Urban Signature Rp 3,77 triliun.

BACA JUGA:   CUAN akan Stock Split

Sementara dua proyek lainnya yaitu Urban Sky Rp 1,41 triliun dan Urban Suites Rp 1,58 triliun dikembangkan sendiri oleh Urban Jakarta.

Penulis: Tomy

Tags: ipoURBN
Previous Post

Hasil Investasi Tergerus 96,1%, AAJI: Itu Sudah Membaik Dibanding 2017

Next Post

Masih Merugi, Satria Mega Kencana Lepas Saham ke Publik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR