“Pabrik baru sendiri dengan anggaran US$ 5 juta akan rampung pada semester I 2019 dengan kapasitas terpasang 6 juta pcs. Mulai produksi 2019 nanti,” jelas Direktur PBRX, Fitri Ratnasari di Jakarta, Senin (10/12/2018).
Sepanjang 2018 sendiri, kata dia, perseroan telah mengkonsentrasikan diri menambah kapasitas melalui otomatisasi, digitalisasi dan upskilling seluruh lini personal yang ada. Sehingga dengan begitu bisa mencapai produktivitas yang lebih tinggi.
Sementara, kata dia, rencana penambahan dua pabrik untuk PT Eco Smart Garmen Indonesia (ESGI) ditunda ke tahun 2020 dengan target tambahan kapasitas 21 juta pcs per tahun.
“Sehingga secara total kapasitas ESGI akan menjadi 48 juta pcs per tahun dan tambahan kapasitas itu akan efektif di 2021 nanti,” tegasnya.
Sejauh ini, kata dia, pertumbuhan penjualan di tahun ini ditargetkan naik 10℅-15℅ dari realisasi penjualan 2017. Dan di 2019, perseroan masih targetkan angka yang sama.
“Sehingga realisasi penjualan PBRX untuk tahun 2018 ini diperkirakan antara US$ 595 juta sampai US$ 610 juta,” katanya.
