Jakarta, TopBusiness—Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran penting dalam memerkuat struktur ekonomi dan pasar keuangan, baik saat ini maupun di masa depan.
“Pengalaman krisis keuangan di masa lalu yang membuktikan fundamental ekonomi dan keuangan syariah yang tetap kuat menunjukkan bahwa ekonomi dan keuangan syariah dapat menjadi solusi untuk memperkuat ekonomi,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia, Dody Budi Waluyo, dalam keterangan pers yang dipublikasikan hari ini.
Dia mengatakan, ekonomi dan sistem keuangan syariah beserta instrumen pendukungnya memiliki potensi untuk mengisi kesenjangan yang dihadapi ekonomi dan keuangan dunia saat ini.
Pertumbuhan ekonomi global yang flat dan tidak merata, disertai dengan ketidakpastian yang meluas dapat menganggu ketahanan keuangan global. Jika kondisi ini dihadapi dengan kebijakan atau langkah business as usual akan mengakibatkan ketidakmerataan yang semakin meningkat.
World Inequality Report 2018 menyatakan bahwa ketidaksetaraan telah meningkat di berbagai belahan dunia. Meskipun terdapat perbedaan geografisnya yang cukup besar, tercatat kekayaan dari 1% populasi penduduk terkaya di dunia setara dengan dua kali kekayaan dari 50% populasi penduduk termiskin.
“Ekonomi dan keuangan syariah diyakini mengandung nilai-nilai yang sangat mendukung keadilan dalam pembangunan sosio-ekonomi, pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan kesejahteraan manusia,” Dody mengatakan.
Penulis: Adhito
