Reza Priyambada, analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) mengatakan mulai berkurangnya dorongan terhadap USD diharapkan turut menambah sentimen positif pada Rupiah.
“Sehingga dengan masih adanya sentimen positif terutama dari dalam negeri tersebut dapat mendukung kenaikan rupiah,” jelas Reza di Jakarta, Jumat (14/12/2018).
Apalagi sebelumnya, laju Rupiah mampu melanjutkan kenaikannya. Rupiah terbantu dengan terapresiasinya EUR terhadap USD setelah Bank Sentral Uni Eropa (ECB) tidak melakukan perubahan terhadap suku bunga acuannya dan mengumumkan akan mengakhiri kebijakan stimulus pembelian obligasi.
Di sisi lain, kata dia, rilis inflasi dan beberapa data ekonomi AS berada di bawah perkiraan konsensus. Sehingga mengurangi penilaian akan adanya kenaikan suku bunga The Fed.
“Para pelaku pasar memanfaatkan kondisi tersebut untuk meningkatkan permintaannya di mata uang selain USD,” kata Reza.
Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran 14542-14528. Karena secara teknikal laju Rupiah kembali mencoba menyentuh area middle bollinger band dan sempat melampauinya.
“Sehingga memberikan peluang bagi Rupiah untuk dapat kembali bergerak menguat,” ujarnya.
Namun begitu, kata dia, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah.
