Jakarta, TopBusiness—Kepala Badan Pusat Statitik RI (BPS), Suhariyanto, mengatakan di Jakarta (17/12/2019) bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia untuk mengurangi defisit neraca perdagangan, memerlukan waktu.
“Kebijakan tersebut saat ini sudah berjalan. Akan tetapi, sudah tentu memerlukan waktu untuk menunjukkan hasil,” kata dia saat memaparkan rilis data ekspor-impor November 2018 di kantornya, kepada media massa.
Dia mengatakan bahwa, untuk mengurangi ataupun menghilangkan defisit neraca perdagangan, Indonesia perlu menggelar sejumlah langkah.
Itu antara lain mengintensifkan ekspor produk, mendiversifikasi produk ekspor, dan memerluas pasar tujuan ekspor.
Dalam kesempatan itu, Suhariyanto ada juga menjelaskan bahwa per November 2018, neraca perdagangan Indonesia mencatatkan defisit USD 2,05 miliar. Penyebabnya adalah defisit migas.
“Akan tetapi, untuk nonmigas, sejatinya sudah membaik,” kata dia.
Penulis: Adhito
