TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sentimen Negatif Domestik Ditekan Global, Rupiah Mulai Terapresiasi

Nurdian Akhmad
18 December 2018 | 10:17
rubrik: Capital Market
Kurs Rupiah Terkerek Kenaikan Peringkat Moody’s

ilustrasi perdagangan valas. FOTO: Istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (ISD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan melaju di zona merah, meski di sesi pagi bergerak menguat.

Mengutip Bloomberg, rupiah dibuka di level 14.561 atau menguat 19 poin dari penutupan kemarin di posisi 14.580. Peguatan terus terjadi di satu jam pertama hingga ke tangga 14.539.

Reza Priyambada, analis pasar uang dari Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) menyebut, adanya rils neraca perdagangan yang masih defisit telah mengaburkan harapan akan adanya kenaikan pada laju Rupiah.

“Untungnya, pada perdagangan di Asia, laju USD sempat mengalami pelemahan karena pelaku pasar berspekulasi nantinya The Fed belum akan menaikan suku bunganya. Itu yang membuat rupiah naik,” kata dia di Jakarta, Selasa (18/12/2018).

Bahkan, kata dia, terdapat Jajak pendapat NBC/Wall Street Journal nasional yang menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ada 28% warga AS mengatakan ekonomi akan menjadi lebih baik pada 2019.

“Namun sebanyak 33% responden memprediksi yang sebaliknya. Kondisi itu justru dapat membuat laju USD melemah,” terang dia.

Diharapkan, jika kondisi tersebut terjadi maka Rupiah dapat mengambil kesempatan tersebut untuk kembali menguat.

Sebelumnya, rupiah kembali berkubang di zona merah usai merespon rilis defisit neraca perdagangan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS).

BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia defisit US$2,05 miliar pada November 2018 seiring besarnya defisit di neraca migas.

Nilai defisit ini disebabkan dari posisi neraca ekspor yang tercatat hanya sebesar US$14,83 miliar atau lebih rendah dibandingkan nilai neraca impor sebesar sebesar US$16,88 miliar.

Dengan kondisi demikia, Reza memproyeksikan laju Rupiah akan bergerak di kisaran 14585-14562.

“Namun demikian, tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai sentimen yang dapat membuat laju Rupiah kembali melemah,” saran dia.

BACA JUGA:   IHSG pada Pembukaan Perdagangan Menguat

Penulis: Tomy

Tags: rupiah
Previous Post

Kebijakan Pangkas Defisit Neraca, Perlu Waktu

Next Post

3 Propinsi Sumbangkan Ekspor Terbesar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR