Jakarta, TopBusiness—Saham Arthavest (ARTA) yang ditransaksikan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, bergerak turun pada penutupan sesi pertama perdagangan hari ini.
Berdasarkan data transaksi dari RTI Infokom, saham tersebut ditutup seharga Rp 570 per lembar, atau turun Rp 30 per lembar.
Adapun pagi tadi, otoritas BEI mengumumkan tengah mencermati pergerakan saham tersebut karena adanya peningkatan harga dan aktivitas. Yang di luar kelaziman.
“Kami tengah mencermati pola transaksi saham tersebut. Dan kami mengimbau investor untuk mencermati keterbukaan informasi oleh emiten tersebut, serta menimbang saksama dalam berinvestasi,” kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia Panjaitan, dalam keterbukaan informasi.
Lidia pun menambahkan bahwa status UMA (unusual market activity) ke saham ARTA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran peraturan pasar modal.
Adapun berdasarkan data transaksi dari Dunia Investasi, saham ARTA tercatat dalam tren kenaikan harga sedari 3 Desember 2018, sampai kemarin sore.
Pada 3 Desember, harga saham itu ditutup di Rp 348 per lembar. Tren kenaikan terus terjadi dengan harga tertinggi di Rp 600 per lembar terjadi di penutupan perdagangan kemarin sore.
Masih berdasarkan data dari Dunia Investasi, sedari 3 Desember sampai kemarin sore, tidak tercatat adanya investor asing yang bertransaksi ke saham tersebut.
Penulis: Adhito
