TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Tahun Politik, Stagnasi Obligasi Diprediksi Berlanjut

Achmad Adhito
21 December 2018 | 21:41
rubrik: Capital Market
SBN sebagai Instrumen Utang Pemerintah*

Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness.id —PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mencatat laju penerbitan surat utang (obligasi) korporasi hingga akhir tahun 2018 ini ternyata tak sekencang di 2017 lalu.

Hal ini disebabkan sepanjang tahun ini, kebijakan Bank Indonesia (BI) yang kerap menaikkan suku bunga acuannya membuat daya tarik obligasi menjadi menurun.

Kondisi yang terjadi di tahun ini sepertinya masih akan berlanjut ke tahun 2019, yang merupakan tahun politik. Sehingga akan banyak tantangan untuk penerbitan obligasi.

“Untuk penerbitan obligasi di 2019, kami proyeksi mencapai Rp135,2 triliun. Masih lebih rendah dari rekor tertinggi di 2017 lalu yang menembus Rp155,7 triliun. Sedang di tahun ini, kemungkinan akan mencapai Rp135 triliun,” ujar Salyadi Saputra, Dirut Pefindo, dalam paparan outlook 2019, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (21/12/2018).

Kondisi pasar yang stagnan di 2019 ini, kata dia, karena masih ada kecenderungan suku bunga yang meningkat. Apalagi jumlah surat utang jatuh tempo mencapai Rp112,4 triliun.

“Hal ini akan menjadi mendorong perusahaan untuk menerbitkan kembali surat utang untuk refinancing,” kata dia.

Alasan kedua, lanjut Salyadi, perusahaan pembiayaan dan perbankan kemungkinan besar masih akan mendominasi penerbitan obligasi tahun depan. Kondisi ini seiring dengan kebutuhan refinancing yang juga tetap besar.

“Dan ketiga alasannya dari sisi kualitas yakni perusahaan dengan AAA diperkirakan masih akan mendominasi,” ujar dia.

Di 2018 sendiri, hingga akhir November ini penerbitan obligasi hanya mencapai Rp100,8 triliun, diperkirakan hingga akhir Desember ini bisa tembus Rp135 triliun.

“Kondisi di tahun ini juga karena masih era suku bunga tinggi. Sehingga cukup stagnan. Padahal realisasi awal kami targetkan mencapai Rp150 triliun,” jelasnya.

BACA JUGA:   Indeks Terlihat Minus

Sejauh ini, kata dia, sudah ada 100 perusahaan lebih yang tercatat di pasar surat utang yang mencakup emiten obligasi korporasi dan sukuk. “Itu sebagian besar berasal dari industri perbankan dan perusahaan pembiayaan,” tegas dia.

Penulis: Tomy

Tags: obligasipefindo
Previous Post

Jelang Libur Panjang, Indeks Naik

Next Post

PII dan KNKK Selidiki Longsor Gubeng

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR