Jakarta, TopBusiness – Badan Pengusahaan (BP) Batam atau BP Batam mencatat investasi penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 592,9 juta dalam dua tahun terakhir sejak 2017. Investasi ini termasuk di Pulau Nipah yang berada di luar Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam. Realisasi investasi mencapai US$ 391,8 juta hingga kuartal IV 2018.
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menjelaskan, aturan Online Single Submission (OSS) atau izin online terintegrasi membantu BP Batam untuk akses memudahkan pelayanan dan pengurunan izin investasi. Ini untuk mendorong investasi di Batam.
“Investasi PMA ini berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saat ini berada di angka 4,5 persen. Bahkan kami optimistis, angka ini terus meningkat pada 2019 mencapai 7 persen,” tutur Lukita seperti ditulis Kamis (27/12/2018).
Tren peningkatan realisasi investasi di Batam juga sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI). Selain investasi, peningkatan juga diikuti dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dalam dua tahun terakhir.
“Strategi yang kami lakukan di antaranya dengan beberapa event pariwisata yang kami selenggarakan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisman ke Batam. Tren kunjungan wisman meningkat dalam kurun dua tahun terakhir. Ini upaya kami mendukung kunjungan wisman ke Batam, sesuai yang dicanangkan pemerintah yakni 2,5 juta wisman,” tutur dia.
BP Batam juga mampu menorehkan surplus Rp 269 miliar hingga 25 Desember 2018. Dua tahun sebelumnya, BP Batam bukukan defisit anggaran.
“Kami canangkan pada 2018. Salah satunya, belanja terkontrol, sehingga bisa tingkatkan saldo pada postur anggaran. Hingga Desember 2018, kami mampu surplus sebesar Rp 268, 97 miliar,” ujar
Capaian kinerja BP Batam lainnya, menurut Lukita dari sisi pertumbuhan pendapatan BP Batam mampu mencapai Rp 974 miliar pada 2018. Angka tersebut, menurut Lukita, naik sebesar 15 persen dari tahun sebelumnya.
Kenaikan ini cukup menggembirakan karena di saat bersamaan BP Batam justru menurunkan beberapa tarif layanan. Realisasi kenaikan pendapatan itu sesuai dengan target yang dicanangkan Rp 1,227 miliar.
