Jakarta, Topbusiness – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memanjakan nasabah. Untuk itu, perusahaan pelat merah itu bergabung dan menjadi member eksklusif Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication – Global Payment Innovation (SWIFT GPI).
Dengan tergabung dalam SWIFT GPI diharapkan volume transaksi dan kualitas layanan remitansi di tahun ini naik. Sepanjang tahun 2018, perseroan mencatatkan nilai transaksi remitansi sebsar USD 85,3 miliar atau meningkat 14,2% secara tahunan.
BNI merupakan bank pertama yang Go Live SWIFT GPI di Indonesia sejak 8 Januari 2019. Dengan begitu, perseroan dapat memberikan pelayanan transaksi keuangan antar-negara lebih cepat, transparan, dan jauh lebih mudah melacak posisi transaksi pembayaran yang dilakukan.
Alasannya, SWIFT GPI menerapkan kode referensi Unique End to End Transaction Reference (UETR) yang dapat dimonitor, sehingga keberadaan transaksi dapat terlacak keberadaannya secara real time. “Dahulu untuk menemukan transaksi kiriman uang harus melalui beberapa proses. Pertama kami harus menanyakan status transaksi kepada intermediary bank melalui MT 199 dan menunggu jawaban yang waktunya tidak dapat diketahui. Dengan SWIFT GPI, bank dan nasabah dapat mengetahui di mana transaksi berada secara real time,” kata Direktur Tresuri dan Bisnis Internasional BNI Rico Rizal Budidarmo dalam keterangan tertulis, kemarin.
Penulis : Agus H

we PT. Onixea Investama Indonesia would like to request a bank officer for our reciving fund send by GPI please assist us thank you.