Jakarta, TopBusiness – Persaingan bisnis yang makin sengit di sektor ritel, terutama dengan menjamurnya bisnis online, membuat PT Hero Supermarket Tbk (HERO Group) harus melakukan efisiensi.
Emiten dengan kode HERO itu menyebut, proses efisiensi serta memaksimalkan produktivitas kerja menjadi strategi yang diterapkan untuk mendukung keberlanjutan bisnis perseroan ke depannya.
Menurut Tony Mampuk, Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk, dalam rangka efisiensi itu pihaknya telah melakukan kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau yang terdampak kebijakan efisiensi sebanyak 532 karyawan
Dan sebanyak 92% karyawan telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi ini dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja tersebut.
“Sejauh ini, 26 toko telah ditutup dan dari 532 karyawan itu sebanyak 92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja,” tandas Tony dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (15/1/2018).
Selain itu, dia menambahkan, mereka juga telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Lebih jauh Tony menegaskan, kinerja perseroan sendiri terus merugi. Hingga kuartal III tahun 2018, HERO mengalami penurunan total penjualan sebanyak 1% senilai Rp9,84 triliun dari perolehan tahun sebelumnya di periode yang sama sebesar Rp 9,96 triliun.
Penurunan tersebut, kata dia, disebabkan oleh penjualan pada bisnis makanan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.
“Meski demikian, bisnis non makanan tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat,” tegas dia.
Dengan kondisi keuangan yang seperti itu, dia melanjutkan, perseroan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan.
“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang;” beber dia.
HERO merupakan perusahaan ritel modern pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1971 silam. Hingga 30 September 2018, perseroan telah mengoperasikan 448 toko.
Jumlah tersebut terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA.
Penulis: Tomy
