Jakarta, TopBusiness – PT Nusantara Properti International Tbk (NATO) telah melakukan proses pencatatan umum perdana saham (listing) pagi ini. NATO menjadi emiten kelima di tahun ini.
Dalam perdagangan debutnya, saham NATO langsung melambung 69,9% ke posisi Rp175 per saham dari harga perdana di Rp108. Frekuensi perdagangan sebanyak enam kali dengan volume 53 lot dan nilainya mencapai Rp927.500.
Saham perseroan pun otomatis langsung mengalami penghentian otomatis (auto reject), karena menaik terlalu kencang.
Direktur Utama NATO, Gede Putu Adnawa menyebutkan, perseroan telah menawarkan perdana saham sebanyak 2.000.000.000 (dua miliar) saham biasa atas nama atau sebesar 25,00% dari jumlah seluruh modal disetor Perseroan setelah IPO yang merupakan saham baru dari portepel.
“Setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat memiliki nilai nominal Rp 100 dengan harga penawaran Rp 103. Sehingga total dana perolehan dari IPO adalah sebesar Rp 206 miliar,” kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (18/1/2019).
Bersamaan dengan IPO ini, kata dia, diterbitkan juga sebanyak dua miliar Waran Seri I yang menyertai Saham Biasa Atas Nama atau sebesar 33,33% terhadap keseluruhan modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pada saat pendaftaran pernyataan pendaftaran IPO disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dia menegaskan, dari IPO dana yang diperoleh akan dipergunakan dengan perincian sekitar 80% akan digunakan untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada Entitas Anak, yaitu PT Nusantara Mandala Prima (NMP) pada nilai nominal.
“Nantinya oleh NMP sekitar 37,5% akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Anak PT Citra Multi Jaya (CMJ) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan Takabonerate Resort di lahan yang sudah dimiliki CMJ di Kepulauan Selayar, pembelian peralatan dan modal kerja,” terang dia.
Sedang sekitar 62,5%, kata dia, akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada Entitas Atnak PT Mitra Graha Tangguhperkasa (MGT) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembelian lahan di Pulau Rote, pembangunan Surfer Paradise Resort, pembelian peralatan dan modal kerja.
“Sementara sebanyak 20%-nya akan digunakan untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada Entitas Anak, yaitu PT Nusantara Jaya Realti (NJR),” kata dia.
Dia merinci, oleh NJR sekitar 50% akan digunakan untuk diberikan pinjaman kepada Entitas Anak, PT Roku Bali Internasional Indonesia (RBII) yang selanjutnya akan digunakan untuk renovasi bangunan The Seri Villas.
“Dan sekitar 50% akan digunakan untuk diberikan pinjaman kepada Entitas Anak, PT Mimpi Design (MD) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembayaran utang kepada PT Bank Victoria International Tbk dan modal kerja,” jelas dia.
NATO sendiri merupakan perusahaan properti yang fokus menjadi boutique hotel dan resort. Perseroan saat ini mengelola tiga hotel dan villa yang telah aktif beroperasi di Bali.
Penulis: Tomy
