TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bangun Pabrik di Banyuwangi, INKA Gandeng Stadler Rail

Nurdian Akhmad
28 January 2019 | 13:30
rubrik: BUMN
Bangun Pabrik Baru, PT INKA Investasi Rp 1,6 Triliun

Menteri BUMN Rini Soemarno saat meninjau lahan pembangunan pabrik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/7/2018)/foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – BUMN perkerataapian Indonesia, PT INKA (Persero) berencana melakukan kerjasama dengan Stadler Rail Group, produsen rangkaian kereta asal Swiss, untuk membangun pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rencana investasi yang akan dikucurkan untuk proyek tersebut senilai Rp 30 triliun.

Dalam keterangan persnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan untuk tahap awal investasi yang akan dikucurkan senilai Rp500 milliar. Total investasi yang direncanakan itu termasuk untuk anggaran pembebasan lahan seluas 84 hektare beserta bangunan. Untuk tahap pertama, lahan yang akan dipergunakan seluas 12 Ha.

Menurut Airlangga, INKA akan menyediakan untuk keperluan lahan sementara pihak Stadler menyediakan teknologi, mesin dan pasar. Diperkirakan dengan terbangunnya pabrik kereta ini nantinya dapat menyerap tenaga kerja hingga 2.000 orang.

“Kalau kita lihat, Stadler adalah salah satu player kereta api di Eropa, juga sebagai produsen nomor 4 di dunia. Ini menjadi momentum yang baik bagi INKA sehingga bisa saling memanfaatkan,” kata Airlangga dalam keterangan persnya, Senin (28/1).

Dari kerja sama ini, Airlangga berharap akan membuka akses pasar ekspor lebih luas lagi bagi keduanya, baik di Asean maupun regional. Dari produksi di Banyuwangi ini, PT INKA bisa fokus di pasar berkembang seperti Bangladesh, India, Sri Lanka dan Filipina, sedangkan Stadler untuk memenuhi pasar seperti Singapura dan Australia.

Dengan penerapan teknologi terbaru yang diadopsi, pabrik PT INKA di Banyuwangi nantinya siap memproduksi berbagai jenis kereta mulai dari light rail transit (LRT), metro, sampai yang kereta kecepatan tinggi. Bahkan, melalui penggunaan mesin canggih, pabrik ini mampu memproduksi 4 kereta per hari atau sanggup melampaui 1.000 kereta per tahun.

BACA JUGA:   Komitmen Nyata BUMN untuk Wujudkan 25 Persen Kepemimpinan Perempuan

“Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” kata Menperin.

Saat ini, Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan studi perusahaan independen Jerman, PT INKA berada di posisi 22 dalam jajaran industri kereta api di dunia.

Tags: INKAStadler Rail Group
Previous Post

Penyebab Apresiasi Kurs Rupiah

Next Post

Sasar Milenial, PTPP Urban Optimistis Produknya Ludes

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR