Jakarta, TopBusiness – BUMN perkerataapian Indonesia, PT INKA (Persero) berencana melakukan kerjasama dengan Stadler Rail Group, produsen rangkaian kereta asal Swiss, untuk membangun pabrik kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Rencana investasi yang akan dikucurkan untuk proyek tersebut senilai Rp 30 triliun.
Dalam keterangan persnya, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto mengatakan untuk tahap awal investasi yang akan dikucurkan senilai Rp500 milliar. Total investasi yang direncanakan itu termasuk untuk anggaran pembebasan lahan seluas 84 hektare beserta bangunan. Untuk tahap pertama, lahan yang akan dipergunakan seluas 12 Ha.
Menurut Airlangga, INKA akan menyediakan untuk keperluan lahan sementara pihak Stadler menyediakan teknologi, mesin dan pasar. Diperkirakan dengan terbangunnya pabrik kereta ini nantinya dapat menyerap tenaga kerja hingga 2.000 orang.
“Kalau kita lihat, Stadler adalah salah satu player kereta api di Eropa, juga sebagai produsen nomor 4 di dunia. Ini menjadi momentum yang baik bagi INKA sehingga bisa saling memanfaatkan,” kata Airlangga dalam keterangan persnya, Senin (28/1).
Dari kerja sama ini, Airlangga berharap akan membuka akses pasar ekspor lebih luas lagi bagi keduanya, baik di Asean maupun regional. Dari produksi di Banyuwangi ini, PT INKA bisa fokus di pasar berkembang seperti Bangladesh, India, Sri Lanka dan Filipina, sedangkan Stadler untuk memenuhi pasar seperti Singapura dan Australia.
Dengan penerapan teknologi terbaru yang diadopsi, pabrik PT INKA di Banyuwangi nantinya siap memproduksi berbagai jenis kereta mulai dari light rail transit (LRT), metro, sampai yang kereta kecepatan tinggi. Bahkan, melalui penggunaan mesin canggih, pabrik ini mampu memproduksi 4 kereta per hari atau sanggup melampaui 1.000 kereta per tahun.
“Kami terus memacu industri perkeretaapian nasional agar dapat menguasai pasar domestik dan semakin berperan dalam supply chain industri perkeretaapian untuk pasar global,” kata Menperin.
Saat ini, Indonesia termasuk salah satu pemain industri manufaktur sarana kereta api terbesar di Asia Tenggara. Berdasarkan studi perusahaan independen Jerman, PT INKA berada di posisi 22 dalam jajaran industri kereta api di dunia.
