TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Hunian Lansia Jadi Favorit Investor-Pengembang

Achmad Adhito
31 January 2019 | 11:20
rubrik: Business Info
Saham Bank Ini Dicermati Otoritas Bursa

Sumber Ilustrasi: Istimewa

Jakarta, TopBusiness—Para investor dan pengembang saat ini melirik sektor kehidupan, sebuah kelompok hunian real estat baru yang sedang naik daun, untuk menanamkan modal mereka.

Sektor ini meliputi hunian-hunian di mana orang akan melewati tahap kehidupan mereka: hunian untuk pelajar, hunian bersama (co-living), hunian multifamily, hunian untuk lansia dan panti jompo.

Riset terbaru konsultan properti global, JLL, menjelaskan bagaimana cepatnya proses urbanisasi mengubah cara dan tempat tinggal manusia.

“Tetapi, penerimaan masyarakat terhadap prinsip ekonomi saling-berbagi (shared-economy) berhasil menjadikan sektor kehidupan sebagai alternatif untuk hunian. Permintaan yang datang secara konsisten ini menarik perhatian para investor,” kata Rohit Hemnani, COO and head of alternatives, capital markets, JLL Asia-Pacific, dalam keterangan tertulis yang diterima Majalah TopBusiness (30/1/2019).

“Kami melihat adanya peningkatan minat investor di sektor kehidupan di seluruh kota-kota Asia Pasifik. Hal ini terjadi karena semakin intensifnya permintaan akan alternatif pilihan hunian yang terjangkau,” kata dia.

Dia menambahkan, “Para investor yang sedang mencari hasil investasi yang lebih tinggi, keragaman portfolio serta investasi jangka panjang sebaiknya menempatkan ‘taruhan’ mereka pada sektor-sektor ini sekarang.”

Laporan JLL mengatakan bahwa para investor dapat menghasilkan keuntungan yang lebih konsisten di sektor kehidupan ini karena sifat keleluasaan dari kelas aset ini.

Penulis: Adhito

BACA JUGA:   Tajak Sumur Pertama Patuha Unit 2, GeoDipa Tambah Penurunan CO2 sebanyak 350.000 Ton/tahun
Tags: hunian lansiainvestasi propertijll
Previous Post

DILD Raih Pinjaman Rp 2,8 Triliun dari BBNI dan BBCA

Next Post

Sektor Manufaktur akan Dikembangkan di Luar Jawa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR