TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

DILD Raih Pinjaman Rp 2,8 Triliun dari BBNI dan BBCA

Busthomi
31 January 2019 | 11:09
rubrik: Business Info
Intiland Batal Rilis Global Bond US$ 250 Juta

foto: istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness – Untuk melunasi pinjaman dari delapan bank dan utang obligasi jatuh tempo pada pertengahan 2019, PT Intiland Development Tbk (DILD) memutuskan untuk menerima fasilitas kredit sindikasi senilai Rp2,8 triliun dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Menurut Direktur Pengelolaan Modal dan lnvestasi DILD, Archied Noto Pradono, fasilitas kredit sindikasi tersebut memiliki tenor delapan tahun yang bersumber dari BBNI sebesar Rp1,63 triliun dan BBCA senilai Rp1,17 triliun dengan tingkat bunga 10,5 persen.

“Pengucuran fasilitas kredit sindikasi ini memberikan dampak positif bagi Intiland untuk mengeksekusi rencana-rencana strategis dan memperkuat struktur keuangan serta meningkatkan kinerja usaha,” jelas Archied di Jakarta seperti ditulis, Kamis (31/1/2019).

Archied menyebutkan, fasilitas pendanaan ini merupakan kredit investasi untuk refinancing dan menambah modal kerja. Rencananya, kata dia, DILD akan mengalokasikan sebagian besar kucuran kredit tersebut untuk refinancing pinjaman ke delapan bank dan melunasi utang obligasi yang jatuh tempo pada pertengahan 2019.

Dia mengungkapkan, saat ini Intiland memiliki pinjaman ke sejumlah bank dengan tingkat bunga dan tenor plnjaman yang beragam. Sehingga, kata archied, kondisi ini menyebabkan model pengeIolaan utang menjadi kurang efisien dari sisi cost of fund maupun proses administrasi.

Lebih lanjut Archied menyatakan, langkah refinancing melalui pelunasan utang-utang tersebut bisa menurunkan beban biaya bunga, menyederhanakan proses administrasi dan memperbaiki struktur keuangan DILD.

“Dengan mendapatkan tenor pinjaman lebih panjang, tentu kami mempunyai ruang lebih Ionggar untuk mengatur struktur keuangan dan pendanaan untuk pengembangan usaha,” terangnya.

Dia merincikan, total pinjaman bank yang di-refinancing sebesar Rp2,16 triliun, pelunasan obligasi senilai Rp428 miliar dan untuk working capital sekitar Rp221,67 miliar.

BACA JUGA:   Tiga Proyek Intiland di IKN Groundbreaking, Nilainya Capai Rp 2,6 Triliun

Sebagaimana diketahui, pada 2016 DILD menerbitkan Obligasi ll senilai Rp590 miliar yang terbagi menjadi dua seri. Obligasi Seri A senilai Rp428 miliar dengan tingkat bunga 10,75 persen bertenor tiga tahun. Obligasi Seri B memiliki tenor lima tahun senilai Rp162 miliar dengan kupon 11 persen.

“Obiigasi Seri A akan jatuh tempo pada 29 Juni 2019. Saat ini dana dari fasilitas kreditnya sudah siap, tinggal menunggu pembayaran pada saat jatuh tempo,” pungkas Archied.

Penulis: Tomy

Tags: DILDintiland
Previous Post

Populer Go-Jek atau Grab?

Next Post

Hunian Lansia Jadi Favorit Investor-Pengembang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR