TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Meski Terkoreksi, Rupiah Masih Bisa Menguat

Busthomi
4 February 2019 | 10:07
rubrik: Business Info
Sentimen Positif AS Bakal Picu Rupiah di Zona Merah

foto: istimewa

Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih berpotensi menguat, meski di sesi pembukaan terlihat cukup melemah.

Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah dibuka di posisi 13.950 atau melemah tipis 3 poin dari penutupan Jumat lalu di angka 13.947. terlihat dalam beberapa jam kemudian rupiah masih di zona merah ke level 13.965.

Menurut analis pasar uang Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, Dollar index diperkirakan bergerak terbatas di level 95.50.95.70 terhadap hampir seluruh mata uang utama dunia pada hari ini.

“Kondisi tersebut karena dipengaruhi stabilnya dollar ditopang oleh bervariasinya sentimen yang terjadi,” jelas dia di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Apalagi secara sentien, lanjut Mikail, kemungkinan bertemunya Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping membahas permasalahan perdagangan antara AS-China dalam waktu dekat diperkirakan akan menurunkan permintaan dollar sebagai aset safe haven.

Sementara itu, ucap dia, pelemahan kinerja manufaktur China di bulan Januari diperkirakan masih akan membatasi penurunan permintaan dollar. Tercatat Purchasing Manager Index Caixin bulan Januari itu mengalami kontraksi menjadi 48,3 di Januari dibandingkan Desember sebesar 49,7.

“Sedang dari dalam negeri, rupiah kemungkinan masih akan lanjutkan penguatan terhadap dollar pasca rilis data inflasi bulan Januari yang lebih rendah dibandingkan prediksi analis sebelumnya,”ujar Mikail.

Tercatat inflasi Januari hanya sebesar 2,82% (yoy) dibandingkan Desember sebesar 3,13% (yoy). Rendahnya inflasi itu akan menjadi katalis positif bagi ekonomi dalam negeri dalam menjaga stabilitas pertumbuhan domestik.

“Dengan kondisi tersebut, kami proyeksi rupiah kemungkinan akan menguat ke level Rp13.920/USD-Rp 13.970/USD,” kata dia.

Penulis: Tomy

 

BACA JUGA:   IHSG Menanjak 170 Poin
Tags: rupiah
Previous Post

Penjualan Aset Picu Laba Unilever Naik 30,1%

Next Post

PP Properti Tawarkan Obligasi Bunga 11,15%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR