
Jakarta, businessnews.id — Keputusan Pemerintah Indonesia menaikan TDL (tarif dasar listrik) sebesar 33 persen untuk golongan rumah tangga 1.300 va hingga 5.500 va pada awal Juli 2014, diperkirakan meningkatkan inflasi sebesar 0,5 persen dalam satu tahun.
“Angka tersebut sudah termasuk dampak ikutannya,” kata Kepala Grup Analisis Ekonomi Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Doddy Zulverdi, di Jakarta hari ini (25/6/2014).
Ia menambahkan, dampak kenaikan TDL telah menjadi bahan pertimbangan dalam rapat dewan gubernur Bank Indonesia tanggal 12 Juni 2014; di situ, disimpulkan bahwa inflasi tahun 2014 dalam kisaran 3,5 persen sampai 5,5 persen.
Ia pun mengatakan, BI (Bank Indonesia) menilai, harga berbagai jenis cabai umumnya menjadi pemicu utama kenaikan inflasi menjelang Ramadan dan Lebaran. Namun, itu masih berada di bawah harga referensi Pemerintah Indonesia. Sehingga, secara umum inflasi volatile food di akhir Juni 2014 masih terkendali.
“Berdasarkan pemantauan kami, sekarang harga cabai merah keriting Rp 17.500 per kg, cabai merah biasa Rp 18.500 per kg, dan cabai rawit merah Rp 25.000 per kg. Harga-harga ini tentunya masih di bawah harga referensi yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia,” kata dia.
Menurut Dody, saat ini Pemerintah Indonesia menetapkan harga referensi cabai merah keriting dan cabai merah biasa sekitar Rp26.000 per kg; harga cabai rawit Rp 28.000 per kg. “Harga cabai ini selalu menjadi perhatian terkait dengan inflasi menjelang Lebaran,” kata dia.
Bahkan, jelas dia, harga cabai kerap menjadi indikator di tengah masyarakat terkait kenaikan harga bahan pangan menjelang Ramadan dan Lebaran. “Kelompok volatile food biasanya memang meningkat menjelang Lebaran, tetapi sejauh ini harganya masih terkendali,” tegas Dody.
Sementara itu, lanjut dia, peran signifikan BI dalam menjaga tingkat inflasi inti dinilai telah mampu mengendalikan laju inflasi Mei 2014 sebesar 0,23 persen (month-to-month) atau mencapai 4,82 persen (year-on-year).
“Kami perkirakan, inflasi inti year on year pada tahun ini masih akan di kisaran 4 persen sampai 5 persen, meski sebelumnya ada kenaikan harga bahan bakar minyak,” ujarnya. (Abdul Aziz)
Editor: Achmad Adhito