Jakarta, TopBusiness – Laju rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan bakal kembali ke jalur penguatan. Hal ini diakibatkan oleh adanya katalis positif dari global, terutama dari bank sentra AS, The Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Bloomberg di sesi perdagangan pagi, rupiah dibuka di level Rp14.117 atau menguat37 poin dari penutupan di akhir pekan lalu di tangga Rp14.154. Rupiah terlihat terus menguat dalam satu jam pertama sudah ke posisi Rp14.104.
Menurut analis pasar uang Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail, Dollar Index bakal melemah, sehingga diproyeksikan pergerakan rupiah bisa menguat. “Dollar indeks melemah ke level 96.90-97.0 terhadap hampir semua mata uang kuat utama dunia terutama euro,” jelas dia di Jakarta, Senin (18/2/2019).
Pelemahan USD tersebut, disebut dia, karena didorong oleh pernyataan Presiden The Fed wilayah San Fransisco, Mary Daly.
“Mary sendiri mengatakan bahwa The Fed kemungkinan tidak akan menaikan tingkat suku bunganya (The Fed Fund Rate) di tahun ini karena inflasi yang hanya 1,9% serta pertumbuhan ekonomi AS yang diperkirakan hanya 2% tahun ini,” papar dia.
Dengan kondisi tersebut, kata Mikail, bakal mampu mengangkat laju mata uang NKRI ini ke zona hijau setelah beberapa hari sebelumnya alami pelemahan.
“Rupiah kemungkinan menguat seiring pelemahan dollar tersebut. Apresiasi rupiah tersebut kemungkinan menguat ke level Rp14.000/USD-Rp 14.090/USD,” tandas dia.
Penulis: Tomy
