Jakarta, TopBusiness – PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) mulai diperdagangkan secara perdana hari ini usai resmi tercatat di PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Di perdagangan debutnya, saham JAYA langsung melompat hingga 50 persen atau menyentuh titik atas auto-rejection ke level Rp432 dari harga penawaran Rp288 per saham.
Tercatat, pergerakan saham JAYA yang langsung mengalami penolakan transaksi akibat menyentuh titik atas auto rejection itu karena hanya disikong oleh satu kali transaksi dengan volume transaksi sebanyak sembilan lot.
Sehingga, nilai transaksi saat pembukaan perdagangan tercatat senilai Rp388.800.
Penguatan pencatatan perdana JAYA itu sejalan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) maupun Indeks infrastruktur yang memasuki teritori positif saat pembukaan perdagangan Kamis, 21 Februari 2019 ini.
Menurut Direktur Utama JAYA, Darmawan Suryadi, perseroan mencatatkan saham untuk kepemilikan publik mencapai 150 juta lembar atau sebesar 40 persen dari modal disetor dan ditempatkan setelah penawaran umum perdana (IPO). Armada juga mencatatkan Waran Seri I yang menyertai setiap saham IPO dengan rasio 2:1.
“Saat ini merupakan key milestone dalam perjalanan armada untuk melangkah sebagai perusahaan publik, agar lebih accountable, transparan dan bertanggung jawab kepada seluruh investor,” kata Darmawan di Gedung BEI Jakarta, Kamis (21/2/2019).
Dia menambahakan, pada masa penawaran umum perdana saham, JAYA mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) lebih dari tujuh kali.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan lebih dari 700 pemegang saham yang telah berpartisipasi dengan berinvestasi di JAYA,” kata Darmawan.
Perseroan pun menargetkan bakal menambah investasi barang modal berupa pembelian 61 truk baru dari dana segar hasil IPO ini yang akan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas perseroan di mana yang akan datang.
“Dengan penambahan truk ini, perseroan akan berfokus pada beberapa area bisnis di antaranya domestic freight forwading atau jasa pengiriman peti kemas domestik dari pintu ke pintu menggunakan multimoda serta layanan jasa pengurusan transportasi,” pungkasnya.
Penulis: Tomy
