Jakarta, TopBusiness – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini diproyeksi akan kembali melemah. Hal ini karena lebih dipengaruhi oleh sentiment Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed terkait rencana kenaikan suku bunganya.
Mengutip Bloomberg pagi ini, laju rupiah dibuka di posisi Rp14.077 atau melemah tipis 7 poin saja dari penutupan kemarin di level Rp14.070. Dan dalam satu jam pertama laju mata uang Garuda itu juga masih di teritori negatif di tangga Rp14.082.
Menurut analis pasar uang dari Monex Investindo Futures, Dini Nurhadi Yasyi dengan adanya sikap dari The Fed melalui Rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang memberi sinyal bahwa para petinggi bank sentral AS itu yakin dengan ekonomi AS bakal bertumbuh. Kondisi itu membuat ekspektasi pasar terhadap tingkat suku bunga kembali naik.
“Sebenarnya The Federal Reserve masih hati-hati, akan tetapi pelaku pasar mulai melihat sikap optimistis terhadap perekonomian AS,” ungkap dia, di Jakarta, Jumat (22/2/2019).
Sebelumya, rilis notulen rapat FOMC itu membuat rupiah terkoreksi. Kemarin, kurs spot rupiah melemah 0,19% ke Rp 14.070 per USD. Sementara kurs tengah rupiah Bank Indonesia (BI) turun tipis 0,01% ke Rp 14.057 per USD.
Dengan kondisi tersebut, dia memperediksi bahwa laju mata uang NKRI itu akan bergerak di rentang Rp 14.010–Rp 14.130 per USD.
Penulis: Tomy
