Jakarta, TopBusiness—Pertumbuhan industri kreatif telah melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. Industri kreatif merupakan salah satu sektor penyumbang pendapatan negara.
Hal itu dijelaskan Mona Monika, executive director, head of Group Strategic and Marketing Communications Bank DBS Indonesia, dalam keterangan tertulis yang diterima semalam, oleh Majalah TopBusiness.
Dia ada menjelaskan bahwa sektor industri kreatif menyumbang Rp 922,59 triliun pada tahun 2016 dan Rp 1.009 triliun pada tahun 2017 terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Sedangkan, data per November 2018 sumbangan industri kreatif terhadap negara sebesar Rp1.105 triliun.
“Peningkatan tersebut didorong oleh perkembangan teknologi dan tren yang mendorong generasi muda Indonesia untuk berkarya,” kata Mona.
Dia berkata, perkembangan tren yang sangat dinamis di kalangan milenial tentunya menjadi kompetisi yang cukup ketat untuk memenangkan pasar. Generasi milenial Indonesia berlomba-lomba untuk menjadi yang paling berbeda dengan ide kreatif yang unik. Ide kreatif tentunya bisa didapatkan dari berbagai sumber terutama media sosial.
Selain media sosial, yang dapat menginspirasi adalah konferensi ekonomi kreatif. Salah satunya C2 Montreal. Diadakan di Montreal, Kanada, konferensi bisnis tahunan ini menghadirkan pembicara dari beragam latar belakang dan dikemas dengan konsep yang unik.
Ada dijelaskan, sejumlah keseruan dari situ. Antara lain, C2 Montreal 2019 bertemakan Tomorrow, membentuk masa depan bisnis dari sekarang.
Konferensi C2 Montréal 2019 yang bertemakan Tomorrow dipastikan tidak kalah seru dan menarik, karena akan banyak dihadiri oleh pembicara-pembicara yang hebat.
Konferensi yang diselenggarakan tanggal 22-24 Mei 2019 ini menyuguhkan berbagai sosok inspiratif dan pemimpin kreatif untuk berbagi wawasan. Dinamika dan cepatnya perkembangan tren dan teknologi mendorong masyarakat dunia untuk lebih cepat tanggap akan perubahan yang terjadi terutama di dunia bisnis.
“C2 Montreal juga dapat dikatakan sebagai komunitas bisnis di mana rumah bagi para insan kreatif dunia yang mempengaruhi dan ber-evolusi, bahkan mungkin merevolusi, cara-cara bekerja dan berbisnis,” kata Mona.
(Adhito)
