TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program Prorakyat Jokowi Cakup 50% Penduduk

Achmad Adhito
27 February 2019 | 06:37
rubrik: Business Info
Infrastruktur Terpadu di Kawasan Tambak Indramayu

Sumber Foto: BeritaDaerah

Jakarta, TopBusiness—Sejumlah program prorakyat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), bila datanya diagregasi, maka secara matematis mencakup 113,6 juta jiwa atau hampir 50% dari total penduduk Indonesia. Itu adalah program kartu KIS, KIP, dan Kartu Pra-Kerja.

“Target angka ini sangat kolosal, sama sekali jauh dari nilai recehan seperti ditudingkan oleh Rizal Ramli,” terang ahli sosiologi pembangunan, Kastorius Sinaga, dalam keterangan pers yang diterima semalam oleh Majalah TopBusiness.

“Sasaran riil KIP saja menyentuh 18,7 juta siswa, lalu cakupan KIS untuk kesehatan mencapai 92,4 juta penduduk, dan kartu sakti teranyar, yaitu Kartu Pra-Kerja akan menyasar 2,5 juta orang pencari kerja baru dari kelompok milenial berikut korban PHK,” demikian dirinci oleh Kastorius

Bahkan, lanjut Kastorius, program populis Jokowi ini masih ditambah dengan pembagian 11 juta sertifikat hak milik lahan bagi rakyat kecil. Artinya, imbuh Kastorius, program Jokowi terfokus pada pemberdayaan kelompok masyarakat bawah dengan triple-deck strategy sekaligus yaitu sisi pendidikan, kesehatan, kepemilikan alat produksi dan kesiapan memasuki lapangan kerja sektor formal.

“Menganggap program tersebut ‘recehan’, bagi saya, tak lebih dari sekadar upaya menambah stigma politik kepada Jokowi,” kata Kastorius yang juga mantan penasihat ahli Kapolri ini.

Sebelumnya, ekonom Rizal Ramli mengatakan bahwa Jokowi overclaim atas pernyataan hasil dana desa, dalam sebuah acara di Bogor. Rizal mengatakan bahwa pencapain itu recehan, overclaim, dan kerdil.

(Adhito)

BACA JUGA:   Menteri Basuki Dorong Pengembang Rumah Bersubsidi
Tags: dana desakartu indonesia pintarkartu indonesia sehatkartu prakerjaprogram prorakyat jokowi
Previous Post

Jadi Unicorn Bukan Hal Terpenting!

Next Post

Kredivo dan Moka Jalin Kerja Sama

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR