Jakarta, TopBusiness – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Joko Supriyono juga menyatakan dukungannya terhadap misi dagang yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita ke India, pekan lalu.
Penurunan bea masuk produk turunan sawit yang diputuskan dalam misi dagang di India diyakini akan mendongkrak penjualan komoditas andalan Indonesia tersebut. Dia pun berharap penurunan tarif Bea Masuk tersebut benar-benar akan terealisasi.
Menurutnya, dengan penurunan bea masuk tersebut, penjualan CPO ke India bisa kembali seperti pada tahun 2016 atau 2017. “Ekspor kita tahun 2016 dan 2017, mungkin bisa kembali lagi,” ujar Joko seperti ditulis, Rabu (27/2/2019).
Untuk diketahui, pasca India menerbitkan kebijakan bea masuk hingga 50 persen untuk produk sawit Indonesia per-Maret 2018, ekspor sawit Indonesia ke India terus melorot.
Data Gapki menunjukkan, ekspor CPO ke India pada 2016 mencapai 5,78 juta ton. Ekspor ini tumbuh 32 persen menjadi 7,63 juta ton pada 2017. Namun pada 2018 ekpor ke India turun 12,05 persen menjadi 6,71 juta ton.
