Jakarta, TopBusiness – PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk mengantongi persetujuan dari pemegang saham guna melakukan ekspansi bisnis di tahun ini.
Menurut Imelda Agustina Kiagoes Sekretaris Perusahaan PSSI, para pemegang saham telah menyetujui rencana perseroan untuk mendapatkan fasilitas pendanaan jangka panjang dari ICICI Bank Limited, Cabang Singapura.
“Ini untuk fasilitas term-loan hingga sebesar US$ 21 juta dengan tenor maksimal 5 tahun dan 3 kuartal serta fasilitas derivatif sebesar US$ 1,5 juta untuk tujuan lindung nilai,” kata dia, di Jakarta, Kamis (28/2/2019).
Dengan dana itu, perseroan berencana untuk mendanai ekspansi armada, termasuk pembelian kapal induk kelas Supramax.
Selain itu, kata dia, para pemegang saham juga menyetujui rencana Perseroan untuk mendapatkan fasilitas kredit valuta asing sebesar maksimum US$ 5 juta dari Citibank N.A., Indonesia.
Ini akan digunakan untuk tujuan lindung nilai di mana perseroan memiliki sebagian dari pendapatan, biaya dan pendanaan untuk belanja modal dalam mata uang USD.
Apalagi di tahun lalu, PSSI membiayai seluruh belanja modal dengan dana internal sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang perseroan. Ini untuk membangun kapabilitas keuangan yang kuat mendukung ekspansi masa depan.
Saat ini, neraca dan arus kas perseroan relatif sehat (rasio gearing 0,38x, rasio lancar 2,2x, rasio net debt-to-EBITDA 0,66x per 30 September 2018). Dan perseroan akan mulai memanfaatkan kapasitas keuangannya untuk mendanai sebagian dari ekspansi armada di 2019.
“Fasilitas pinjaman jangka panjang sampai dengan US$ 21 juta yang disetujui pemegang saham adalah sangat penting bagi kami. Karena perseroan sedang melihat peluang untuk mengembangkan bisnis MV sembari meremajakan armada Kapal Tunda dan Tongkangnya (TNB),” jelas dia.
Di Februari 2018 lalu, perseroan memulai bisnis MV dengan 1 unit kapal kelas Handysize (di atas 30 ribu dwt) bernama MV Dewi Saraswati. Kemudian dilanjutkan dengan 1 unit lagi kapal kelas Handysize MV Dewi Ambarwati pada Desember 2018.
“Dan di 2019 ini ada pembelian kapal kelas Supramax (di atas 50 ribu dwt) pertamanya dengan total nilai transaksi US$ 10,5 juta dengan Perjanjian Jual Beli (SPA) dan ditandatangani pada 22 Januari 2019 lalu,” terangnya.
Dan perseroan menyelesaikan transaksi akuisisi kapal induk itu pada minggu kedua Februari 2019. Kapal induk itu dinamakan MV Daidan Pertiwi akan mengangkut batubara maupun bijih nikel untuk pembangunan smelter di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Perseroan kembali menambah kapal induk kelas Supramax seharga US$ 9,67 juta. Pembelian ini sebagian akan didanai oleh rencana pinjaman dari ICICI Bank Limited, Cabang Singapura.
“Dengan demikian, armada MV PSSI akan memiliki total kapasitas sebesar 174,6 ribu dwt di kuartal I-2019 dari semula hanya sebesar 31 ribu dwt di kuartal I-2018 atau naik lebih dari 5 kali lipat,” jelasnya.
Ekspansi armada MV tersebut, menurutnya, akan menjadi salah satu kunci utama pertumbuhan pendapatan perseroan tahun ini. Karena tahun lalu, bisnis MV perseroan hanya menyokong kontribusi sekitar 5% dari pendapatan.
Penulis: Tomy
