Jakarta, TopBusiness – Ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi tekanan ekonomi global serta pembangunan infrastruktur yang meluas diprediksi Bank Indonesia (BI) akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi mencapai 6 persen dalam lima tahun mendatang.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjelaskan, dengan mengurangnya tekanan global di sektor keuangan, serta sudah mulai berdampaknya kebijakan infrastruktur dan berbagai kebijakan sinergi antara pemerintah, BI, OJK, dan pihak-pihak terkait lainnya, terkait kuatnya ketahanan ekonomi Indonesia.
Dia optimistis, tahun ini dan dalam lima tahun mendatang ekonomi Indonesia terus menguat.
“Karena dampak infrastruktur dan kebijakan selama lima tahun ini hasilnya akan kelihatan, masalah efisiensi, masalah produktivitas. Makanya, industri logistik itu jadi opportunity, karena konektivitas sudah bagus. Ke depan, kalau ada kontinuitas dari kebijakan ini kita gapai enam persen,” ujar Perry di Jakarta, Senin (4/3/2019).
Menurut dia, pada periode itu negara-negara dunia sedang menghadapi pembalikan modal asing akibat penguatan ekonomi Amerika Serikat, hingga kebijakan suku bunganya yang naik hingga empat kali.
“Kalau negara lain enggak tahan gelombang tekanan dunia, akhirnya krisis di Turki, Brasil, Afrika Selatan hampir kena, alhamdulillah kita tahan. Tidak hanya menjaga stabilitas, tetapi pertumbuhan ekonominya naik, tahun lalu 5,17 persen,” ujar
Meski tekanan tersebut saat ini, dikatakannya, beralih dari yang berbentuk tekanan keuangan global akibat pembalikan modal asing ke negara-negara maju, menjadi tekanan perdagangan dunia akibat perlambatan ekonomi global. Namun, ditegaskan Perry, fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan perbaikan.
Terlihat dari konsumsi rumah tangga yang menjadi salah satu faktor pendorong pertumbuhan ekonomi masih bergerak naik menjadi 5,05 persen, inflasi di posisi 3,13 persen, investasi di sektor konstruksi tumbuh 6,7 persen, serta ekspor yang tumbuh di posisi 6,5 persen, meskipun impor tumbuh lebih cepat akibat laju investasi yang terus menguat.
“Kalau kita melihat ekonomi sekarang dan ke depan, satu key message meski dunia sedang tidak ramah adalah bahwa optimis, optimis, optimis Indonesia ekonominya akan lebih baik lagi, ekonominya tahun ini dan lima tahun ke depan,” ungkap Perry.
