Jakarta TopBusiness – Manajemen PDAM Tirta Ratu Samban Kab. Bengkulu Utara Prov. Bengkulu menargetkan dapat terus menciptakan layanan dan kinerja perusahaan secara optimal.
Dalam konteks seperti itu, Direktur PDAM Tirta Ratu Samban Ujang Zakaria berkomitmen, untuk lebih mengoptimalkan para kinerja karyawan. Sebab, perusahaan harus dapat menjaga kontinuitas dan ketahanan bisnis.
Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan aplikasi SMS Gateway kepada pelanggan. Ini sangat memotivasi karyawan dalam bertugas.
Selanjutnya memaksimalkan tingkat kerja dengan memulai sikap disiplin melalui simulasi absensi berbasis finger print. Misalnya, terlambat 1 menit ada toleransi, namun diakumulasi hingga 30 hari dan mendapatkan pemotongan sebesar 20% dari biaya yang ditransfer.
Kemudian, para karyawan wajib memenuhi kuota kerja hingga 40 jam per minggu. Jika tak bisa dilaksanakan, maka konsekuensinya upah lembur tak dibayarkan.
Dia mengakui, jarak dan kondisi alam ke tempat pelanggan hingga 2 jam, menyebabkan perusahaan harus mangadakan 10 karyawan bertugas. Padahal idealnya 900 pelanggan dapat dilayani 1 karyawan.
“Selain, tak mungkin kami menempatkan 1 orang untuk waktu 24 jam hanya untuk menjaga pompa. Akhirnya, 3 orang,” ujarnya, di Jakarta, hari ini.
Kendati begitu, pihaknya tetap menjalankan SOP yang berlaku agar karyawan tetap bekerja dengan baik dan kontinuitas bisnis terjaga.
Penulis : Agus H
