TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TOP BUMD 2019: 4 Strategi PUDAM Tirta Dharma Kabupaten Sleman untuk Tingkatkan Kinerja

Nurdian Akhmad
7 March 2019 | 19:23
rubrik: BUMD
TOP BUMD 2019: 4 Strategi PUDAM Tirta Dharma Kabupaten Sleman untuk Tingkatkan Kinerja

Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)Sleman kini telah melakukan perubahan bentuk kelembagaan dari PDAM menjadi Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Sembada Sleman pada Oktober 2018. Perubahan ini sesuai PP No. 54/2017 dan Permendagri No. 37/2018.

PUDAM yang berlokasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ini, terpilih menjadi salah satu BUMD yang diundang untuk mengikuti sesi penjurian oleh Dewan Juri TOP BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Madani Group.

“Menjadi perusahaan air minum yang sehat, mandiri dan terpercaya adalah visi kami. Misi kami adalah menyediakan air bersih dengan standar K3 untuk masyarakat Kabupaten Sleman, serta membantu meningkatkan perekonomian daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menyediakan air bersih,” kata Dwi Nurwata, SE., MM., Direktur PUDAM Tirta Dharma Kabupaten Sleman, saat penjurian TOP BUMD 2019 di Jakarta, Rabu (6/3/2019).

“Sebagai badan usaha, PDAM memiliki tugas pokok dan fungsi memberikan layanan publik (50%) dan mendapat keuntungan atau profit (50%). Namun, ada beberapa kondisi yang jadi kendalauntuk meningkatkan kinerja PDAM,” jelasnya kepada Dewan Juri TOP BUMD.

“Kondisi itu adalah pertama, tarif  air belum Full Cost Recovery (FCR). Kedua, adanya beban hutang yang cukup besar. Ketiga, kurangnya dukungan Pemkab/Pemkot. Keempat, sumber air baku relatif terbatas. Kelima, masalah perijinan jaringan perpipaan dijalan.”

“Akibatnya, kinerja PDAM menjadi tidak baik atau kurang sehat seperti kondisi keuangan selalu dalam rugi, tidak dapat melakukan investasi pengembangan, tingkat kehilangan air tinggi, tidak dapat menambah sambungan baru, terganggunya percepatan peningkatan cakupan, dan pelayanan tidak cepat berkembang.”

4 Strategi Meningkatkan Kinerja PDAM Sleman

“Sebagai solusi dari kondisi yang menghambat kemajuan PDAM maka kami telah menerapkan 4 strategi (4 M) untuk meningkatkankinerja,” kata Dwi Nurwata.

BACA JUGA:   Perumda Air Minum Tirta Baribis, Kinerja Meningkat Perusahaan pun Sehat

“Pertama, membuat perencanaan yang baik dan realistis dalam bentuk RI-SPAM yang disahkan dengan Peraturan Daerah atau Peraturan Bupati, membuat business plan yang disahkan oleh bupati selaku kepada daerah, RKAP yang disahkan oleh Bupati dan Dewan Pengawas.”

“Kedua, memahami dan mengakomodasi kepentingan dari berbagai stakeholderPDAM. Yaitu DPRD/Pemkot/Pemkab yang berperan membuat dan mensahkan regulasi, persetujuan penyertaan Modal Pemerintah (PMP). Pegawai PDAM yang melaksanakan operasional PDAM sehari-hari. Suplier sebagai pemasok barang dan pelanggan PDAM sebagai sumber pendapatan.”

“Strategi ketiga, menciptakan komunikasi yang baik. Dengan semboyan “Komunikasi adalah Panglima” maka kami selalu melakukan komunikasi dengan baik, teratur, terkoordinasi dan konsisten mengenai semua program dalam business plan dan RKAP kepada semua stakeholder. Juga selalu melakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus. Tujuannya untuk mendapatkan dukungan.”

“Hasil komunikasi dan koordinasi yang dilakukan dengan baik dengan Pemkab Sleman maka banyak dukungan regulasiuntuk dapat mempercepat peningkatan kinerja PDAM Sleman diantaranya: terbitnya Perda Penyertaan Modal Pemkab ke PDAM sebesarRp 103 milyar untuk jangka waktu 5 tahun, Perda Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kab. Sleman, terbitnya Tim dengan SK Bupati terhadap instansi/lembagaterkait yang  mendukung penyediaan air bersih, dibangunnya Gedung/Kantor, instalasi produksi, dan jaringan perpipaan.”

“Keempat, menciptakan regulasi dan inovasi produk. Regulasi dibuat bersama DPRD dan Pemda untuk mendukung perkembangan dan fleksibilitas kelembagaan PDAM. Inovasi produk yang sudah dilakukan adalah produksi air minum dalam kemasan (AMDK) dengan brand “Daxu” untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.”

“Kami juga telah menerapkan Teknologi-Informasi secara terintegrasi mulai dari permohonan sambungan baru, monitoring melalui GIS, sistem informasi manajemen terintegrasi “SI PDAM PINTAR”. Kami sadar bahwa bisnis harus menggunakan TI untuk maju.”

BACA JUGA:   Food Station Tjipinang Siap Jadi Role Model Perusahaan Pangan Lain

 

Capaian Kinerja PDAM Sleman

Dengan menerapkan 4 strategi itu, capaian kinerja PUDAM Sleman berdasarkan Kepmendagri dan BPPSPAM menunjukan trend yang positif untuk kondisi pelanggan, profitabilitas, likuiditas, investasi dan nilai kinerja.

Sampai tahun 2018, PUDAM Sleman telah melayani 16 kecamatan dari 17 kecamatan di Kabupaten Sleman dengan jumlah pelanggan 34,673 unit. Sumber air menggunakan mata air, sumur dalam, sumur dangkal, dan air permukaan.

Untuk produksi air tercatat 10.133.190 meter kubik, distribusi air 8.620.428 meter kubik, air terjual 6.417.118 meter kubik. Tingkat kehilangan air 25,56 persen berarti masih di atas target nasional 20 persen. Tapi di bawah rata-rata tingkat kehilangan air PDAM di seluruh Indonesia yaitu 33,16 persen.

Kondisi keuangan tercatat ekuitas Rp 72.446.560.562,-, laba Rp 2.151.806.954,-, Aktiva lancar Rp 14.254.400.952,-, kewajiban jangka pendek Rp 1.341.051.386,-.

Kondisi kesehatan PDAM Sleman menurut Kepmendagri memiliki skor 72,59 (Baik), menurut Kementerian PUPR memiliki skor 3,645  (Sehat).

Setoran ke Pemda Sleman berupa deviden atau PAD sejak 2012 hingga 2018 terus meningkat dan pada tahun 2018 tercatat Rp 1.014.500.000,-

“Untuk target di 2019, kami akan melaksanakan semua yang telah tercantum dalam business plan dan RKAP seperti menambah jumlah sambungan baru, pelanggan, meningkatkan cakupan sesuai MDGs, menurunkan tingkat kebocoran, meningkatkan laba, meningkatkan penjualan AMDK Daxu. Yang semuanya akan menuju peningkatan kesehatan PDAM Sleman sesuai standar Kemendagri dan Kementerian PUPR,” tutup Dwi Nurwata.

 

Penulis: Teguh Imam Suyudi

Tags: PDAM SlemanPenjurian Top BUMD 2019
Previous Post

Usaha Direktur PDAM Bantul Tingkatkan Kinerja Karyawan

Next Post

Kinerja BPRS Patriot Bekasi Terus Membaik, Ini Rahasianya!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR