Jakarta, TopBusiness – PDAM Limau Kunci, Lampung Barat selama lima tahun terakhir secara berturut-turut dengan acuan normatif Kemendagri Nomor 47 tahun 1999 dan berdasarkan penilaian Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM), bisa meraih kinerja membanggakan, masuk kategori Sehat. Dalam upaya meningkatkan kinerja usaha, tahun ini BUMD Pemkab Lampung Barat ini juga berencana ekspansi usaha dengan merambah bisnis Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
“Saat ini sedang dalam persiapan untuk penyusunan perencanaan teknis dan studi kelayakan (DED-FS), terutama dari aspek bisnis. Kalau potensi baku air maupun pasarnya, sangat memungkinkan. Karena di wilayah kami, terdapat banyak sumber air pegunungan yang masih bersih dan terjamin kualitasnya untuk dikelola menjadi produk AMDK. Potensi pasarnya pun masih terbuka. Meski demikian, tentu harus dilakukan kajian matang dan menyeluruh, terkait investasi dan bisnisnya secara keseluruhan. Ini yang sedang dalam penyelesaian dan mudah-mudahan tahun ini rencana itu bisa direalisasikan,” papar Direktur Utama PDAM Limau Kunci, Pistorik, SH., M.M., didampingi Kabag Keuangan, Santosa dalam sesi wawancara penjurian ajang corporate rating -Top BUMD 2019 yang berlangsung kamis (14/3), di Jakarta.
Menurutnya, tujuan ekspansi usaha ini tak lain untuk meningatkan pendapatan, di mana sebagai BUMD dengan kinerja usaha yang makin baik, diharapkan bisa memberikan kontribusi bagi peningkatan PAD untuk menopang pembangunan di Lampung Barat, tanpa mengabaikan tugas dan fungsi utama sebagai penyedia air bersih bagi masyarakat luas.
Dikatakan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan air bersih di Lampung Barat, PDAM Limau Kunci juga terus berupaya meningkatkan produksi air yang bisa memenuhi persyaratan dan standar air bersih. Begitu juga cakupan wilayah juga terus diperluas dengan menambah sambungan pelanggan baru. Termasuk untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dengan memberikan subsidi. Cakupan pelayanan teknis rata-rata meningkat 2,5% per tahun yang saat telah mencapai sekitar 80%. Sedangkan pertumbuhan pelanggan, rata-rata bisa naik di atas 3% per tahun dengan jumlah sambungan saat ini sebanyak 13.085 unit.
“Pada dasarnya, sebagai BUMD keberadaan kami terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih, dan ini terus jadi fokus kami. Namun sebagai lembaga bisnis, kami juga dituntut bisa memberikan kontribusi untuk membangun daerah. Karena itu, kami juga terus mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan. Di antaranya dengan menggali potensi usaha seperti AMDK. Dari sisi layanan, kami juga terus mengejar target penambahan sambungan baru. Tahun ini targetnya da penambahan 600 sambungan baru, termasuk MBR, sehingga sampai akhir tahun cakupannya diharapkan bisa naik menjadi 83-84%,”ujarnya. ini
Ditambahan, capaian lain yang cukup membanggakan yakni keberhasilan perusahaan dalam menekan tingkat kehilangan air (Non Revenue Water), efektivitas penagihan tuggakan pembayaran dari pelanggan, peningkatan efisiensi produksi, penggantian meter air secara berkala, serta peningkatan kompetensi SDM. Terkait SDM, sesuai sasaran yang tercantum pada Permen PUPR Nomor 10 tahun 2016 tentang Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Bidang Pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum, bahwa semua pengelola bidang teknis di PDAM harus memiliki sertifikat kompetensi, pihaknya juga mulai meningkatkan kompetensi SDM melalui program pendidikan dan latihan standar. Namun, diakui ini masih belum mencakup semua dan dilakukan secara berkala untuk peningkatan kompetensi bagi pegawainya.
Dalam hal keberhasilan menekan NRW, sejak 2013 bisa terus ditekan dari 27% waktu itu, saat ini turun menjadi sekitar 21%. Dalam hal produksi, PDAM Limau Kunci juga bisa meningkatkan efisiensi dengan optimalisasi kapasitas dengan keberhasilan hingga 75%. Hal ini juga didukung dengan sistem pelayanan penyaluran air ke pelanggan yang masih mengandalkan pola grafitasi karena kondisi geografi yang mendukung, yakni berada di dataran tinggi.Sehingga biasaya penyaluran bisa lebih rendah karena tak harus menggunakan banyak pompa tekan yang memakan energi listrik.
Berbagai upaya ini, juga berdampak signifikan terhadap kinerja usaha. Meski saat ini tarif masih dibawah biaya produksi, namun berkat kreatifitas dari manajemen untuk mengelola usaha dari pendapatan lain, secara keseluruhan bisa meraih kinerja sehat. Apalagi pihaknya juga menerapkan Good Corporate Governance (GCG) dalam rangka meningkatkan profesionalisme sebagai perusahaan publik, milik pemerintah daerah.
Tercatat, PDAM Limau Kunci termasuk perusahaan daerah yang cukup menonjol dalam hal kinerja usahanya. Berdasarkan penilaian yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), ditinjau dari tingkat kesehatannya, dari 10 PDAM yang ada di Lampung, hanya terdapat satu PDAM yang dikategorikan sehat yaitu PDAM Limau Kunci, Lampung Barat, selebihnya memiliki tingkat kesehatan kurang sehat dan sakit. Aspek penilaian mencakup keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia.
“Hal lain yang juga cukup membanggakan bagi kami, kehadiran PDAM tak hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Seperti mandi, cuci, masak dan minum, namun juga bisa menopang kegiatan-kegiatan ekonomi dan usaha, termasuk bagi UMKM. Yang mudah dilihat langsung itu, di antaranya usaha cucian kendaraan bermotor yang kebanyakan menggunakan baku air dari kami. Yang lain, tentu masih banyak,” ujarnya.
Penulis: Ahmad Churi
