TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Bank Sleman Selalu Mudahkan UMKM

Achmad Adhito
14 March 2019 | 13:08
rubrik: BUMD
Bank Sleman Selalu Mudahkan UMKM

Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa pihaknya selalu berusaha memudahkan UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) mendapatkan fasilitas kredit. Langkah seperti itu paralel dengan keinginan pemda (pemerintah daerah) pemegang saham Bank Sleman.

“UMKM, banyak yang sejatinya layak secara bisnis. Namun termasuk tidak bankable. Mereka yang seperti inilah yang kami mudahkan mendapat kredit,” kata Sigit dalam wawancara dengan Dewan Juri Top BUMD 2019.

Satu bentuk kemudahan itu dijelaskan Sigit. Yakni, ketika pelaku UMKM belum punya izin, bisa menggunakan surat keterangan usaha dari aparat desa.

“Juga, ketika tidak punya agunan, sertifikat tanah bisa digunakan untuk permintaan kredit,” papar Sigit.

UMKM memang masih sering mendapatkan kesulitan saat mengurus perizinan. Sementara, proses perizinan itu sudah dimudahkan, antara lain via perizinan satu atap.

Perluas Nasabah

Dalam kesempatan itu, Sigit juga menjelaskan sejumlah pencapaian kinerja Bank Sleman. Antara lain, laba sebelum pajak 2018 di Rp 30,89 miliar. Itu naik daripada tahun 2017 yang di Rp 28,68 miliar.

Kredit disalurkan di 2018, nilainya Rp 581,55 miliar. Naik daripada 2017 yang Rp 547,86 miliar.

Dana dihimpun tahun 2018 di Rp 542,54 miliar. Itu naik daripada 2017 yang Rp 522,62 miliar.

Lebih lanjut, Sigit menjelaskan bahwa pihaknya punya 53.630 nasabah untuk 2018. Adapun tahun 2017, angka itu masih di 48.859 nasabah. “Upaya perluasan jaringan layanan nasabah terus dilakukan,” ucap Sigit lagi.

Anggota Dewan Juri Top BUMD 2019, Dwinda Ruslan, merekomendasikan sejumlah hal. Antara lain, Bank Sleman perlu memerluas layanan nasabah, berbasis sistem TI (teknologi informasi). Misalnya melalui layanan agen Laku Pandai dengan TI. “Jadi, tidak perlu tambahan payment point dalam jumlah banyak,” kata Dwinda.

BACA JUGA:   TOP BUMD 2019: Bank Sulsebar bertekad Raih Status Bank Devisa di Tahun 2019

Dengan cara seperti itu, Dwinda menambahkan, Bank Sleman bisa menjangkau semua desa di Sleman dengan efisien ataupun cepat.

“Yang juga perlu ada yakni aplikasi persetujuan kredit, di samping aplikasi proses kredit,” kata Dwinda.

Penulis: Adhito
Tags: bank slemanTop BUMD 2019
Previous Post

Tak Kantongi Izin OJK, Satgas Investasi Tutup 168 Fintech

Next Post

Bank Sumut Revitalisasi Organisasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR