Jakarta, TopBusiness – Direktur Utama Bank Wonosobo, Tri Hidayat, mengatakan di Jakarta hari ini bahwa dirinya kini fokus mengembangkan dan memunculkan pemimpin bisnis baru.
“Saat ini, ada 15 orang di Bank Wonosobo yang sudah menempuh sertifikasi direksi, dan siap menjadi leader baru,” kata dia dalam tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD 2019.
Tri menjelaskan bahwa, terkait penyiapan tongkat estafet kepemimpinan, dirinya selaku direktur utama kini lebih fokus kepada fungsi pengawasan kepatuhan. “Kalau untuk fungsi operasional, diperankan oleh yang lain,” dia berkata.
Proses transformasi dengan membangun dan menguatkan sistem seperti itu tidaklah mudah. “Yang jelas, untuk mengatasi gap yang ada, kami berbicara pengembangan dan penguatan sistem,” kata Tri.
Tri pun menjelaskan bahwa dulu direktur utama langsung ada di ‘lapangan’ ketika ada problem. Dan saat ini, dirinya dalam hal tersebut lebih bersikap ‘tut wuri handayani’.
Kemudian, hal lain terkait pengembangan HC (human capital) pun banyak dilakukan. Misalnya, ada sistem TI (teknologi informasi) untuk KPI (key performance indicator). Dalam hal ini, gaji yang diterima berbasiskan penilaian kinerja.
“Misalnya saja, seorang karyawan bisa menerima gaji Rp 3 juta per bulan. Lantas bila kinerjanya 100 persen, mendapat tunjangan kinerja Rp 3 juta,” papar Tri.
Tri pun menjelaskan kepada Dewan Juri Top BUMD 2019 bahwa anggota Perbamida (Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Milik Pemerintah Daerah Seluruh Indonesia) banyak yang ingin belajar tentang KPI ke Bank Wonosobo. “Asal mereka, dari seluruh Indonesia,” kata Tri lagi.
Penulis: Adhito
