Jakarta, TopBusiness – Bagi Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Tohlangkir, Karangasem, Bali, I Gusti Made Singarsi dengan kerja smart, efisien, bersih serta bermartabat sesuai dengan UUD 1945 pasal 33 akan meningkatkan serta membangkitkan Perumda ini.
“Kami memiliki tiga landasan yaitu Tri Hita Karana dalam memberikan layanan terbaik bagi seluruh masyarak di Karengasem ini agar kebutuhan air sangat mendasar umat manusia ini akan terlayani dengan baik,” tegas Gusti Made Singarsi dalam acara penjurian BUMD Rating di Jakarta yang diselengarakan majalah bergengsi Top Business.
Tiga landasan tersebut, kata Dirut Perumda Tirta Tohlangkir, pertama hubungan manusia dengan tuhan, kedua hubungan manusia dengan manusia ketiga hubungan manusia dengan alam. Ketiga landasan tersebut harus terus sejalan. Dan ketiga landasan tersebut menjadi Tirta Tohlangkir ini akan memberikan layanan prima bagi seluruh masyarakat.
Tentu pula dengan Tri Hita Karana ini pula lah kinerja Perumda Tohlangkir semakin baik menuju pelayanan prima. Hingga menghasilkan capaian sampai tahun 2019 ini telah melayani 35.935 sambungan rumah(SR), serta pada tahun 2017 mengajukan program Masrakat Berpenghasilan Rendah (MBR) sebanyak 2.000 SR akan tetapi hanya mendapatkan persetujuan 750 SR saja. Dan pada tahun 2019 program MBR-nya mendapatkan persetujuan 1.500 SR.
“Dengan program MBR ini Perumda mendapatkan dana dari Kementerian Pekerjaan Umun dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebesar Rp 4,5 miliar,” ujar dia.
Ditegaskan oleh Singarsi, “Kami dikarangasem ini sumber daya air kami masih sangat besar, bahkan sangatlah melimpah. Tidak serupa dialami di Kabupaten Badung dan Denpasar hingga saat ini mengalami krisis air sudah tingkat mengkawatirkan.”
Pengasilan Perumda yang sebelumnya bernama PDAM Karangasem ini selalu mengalami peningkatan, walaupun tidak meninggalkan layanan Prima kepada seluruh masyarakat. Pada tahun 2016, capain penghasilan Rp 27,660 miliar, tahun 2017 sebesar Rp 28,158 miliar, sedangkan tahun 2018 sebesar Rp 30,216 miliar. Tingkat kehilangan air (NRW) juga semakin apik. Tahun 2017, tingkat NRW-nya 23%, tahun 2018 21% dan target 2019 bisa mencapai di bawah 20%.
Tentunya dengan landasan Tri Hita Karana, Perumda ini berhasil memberikan setoran laba kepada pemegang saham berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem pada tahun 2017 sebesar Rp 606 juta, dan pada tahun 2018 setoran PAD-nya sebesar Rp 1,5 miliar.
Penulis: Albarsyah
