Jakarta, TopBusiness – Laju nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada perdagangan hari ini diproyeksi kembali mengalami penguatan seperti akhir pekan lalu. Kondisi positif di awal pekan ini lebih dipicu oleh sentiment dari neraca perdagangan yang surplus.
Mengutip Bloomberg pagi ini, rupiah sendiri dibuka di posisi Rp14.237 atau menghijau 23 poin dari sesi penutupan Jumat lalu di level Rp14.260. Pada akhir pekan lalu, di pasar spot mata uang NKRI itu terapresiasi0,13 persen ke Rp 14.260 atau 0,13% dari posisi Rp 14.278. Sedang kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada pada level Rp 14.310 per atau melemah 0,40% dari perdagangan sebelumnya.
Menrurut analis Trimegah Fixed Income Macro, Fakhrul Fulvian, pergerakan rupiah di awal pekan ini masih besar potensinya untuk di zona hijau. Hal itu karena ditopang oleh katalis positif yakni surplus neraca perdagangan Februari yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS), Jumat lalu.
“Dengan adanya sentiment neraca perdagangan yang surplus itu, maka penguatan rupiah masih bisa berlanjut hari ini,” jelas dia di Jakarta, Senin (18/3/2019).
Apalagi di saat bersamaan, Fakhrul melanjutkan, pergerakan indeks dollar AS sendiri masih dalam tren pelemahan, sehingga tentu saja hal ini sangat menguntungkan rupiah.
Dengan kondisi adanya sentiment positif yang mengitari rupiah itu, dia memprediksi, untuk perdagangan hari ini, kurs rupiah akan bergerak di rentang Rp 14.160 hingga Rp 14.250 per USD.
Seeprti diketahui, BPS sendiri sudah mengumumkan neraca perdagangan Indonesia periode Februari 2019 yang tercatat surplus sebesar US$ 330 juta dengan nilai ekspor di angka US$ 12,53 miliar atau lebih besar dari laju impor sebanyak US$ 12,20 miliar.
Penulis: Tomy
