TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

TOP BUMD 2019: Bank Sulsebar bertekad Raih Status Bank Devisa di Tahun 2019

Nurdian Akhmad
18 March 2019 | 10:55
rubrik: BUMD

Jakarta, TopBusiness – Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) terpilih menjadi salah satu BUMD yang diundang untuk mengikuti sesi penjurian oleh Dewan Juri TOP BUMD 2019 yang diselenggarakan oleh Madani Group.

“Menjadi bank kebanggaan dan pilihan utama membangun Kawasan Timur Indonesia adalah visi kami. Misi kami adalah memberikan pelayanan prima yang berkualitas dan terpercaya, jadi mitra strategis pemda dalam menggerakan sektor riil, dan memberikan nilai tambah optimum bagi stakeholder,” kata H. A. Muhammad Rahmat, Direktur Utama Bank Sulselbar, saat penjurian TOP BUMD 2019 di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Muhammad Rahmat menjelaskan bahwa pada tahun 2019, Bank Sulselbar akan mengimplementasikan rencana untuk meraih status sebagai Bank Devisa.

“Dalam Rencana Bisnis Bank 2017-2019, telah tertuang kebijakan dan strategi Bank Sulselbar yang terkait Bank Devisa dengan roadmap tahun 2018 sebagai peletakan fondasi, 2019 sebagai tahun impelementasi, dan 2020 untuk akselerasi bisnis,” jelasnya.

“Dan semua persyaratan utama untuk meraih status Bank Devisa telah kami penuhi yaitu masuk kelompok bank umum minimal buku 2 dengan modal inti Rp 1 triliun – Rp 5 triliun, tingkat kesehatan bank minimal di posisi 2 alias Sehat selama 18 bulan terakhir, memiliki modal inti minimal Rp triliun.  Bank Sulselbar per akhir Desember 2018 memiliki modal inti sebesar Rp 2.857.113.111,-. Memlliki KPMM minimal 10 persen, sementara kami memilik KPMM 24,28 persen per akhir Desember 2018.”

Capaian Kinerja Tahun 2018

Sepanjang tahun 2018, produk dan aktivitas yang sudah dicapai oleh Bank Sulselbar adalah:

  • Implementasi mobile banking dan internet banking untuk memperluas pasar dan kepuasan customer;
  • Penerbitan obligasi PUB II Bank Sulselbar Tahun 2018 untuk modal kerja dan ekspansi kredit;
  • Mengadakan undian lokal tabungan berhadiah “Double Untung” untuk nasabah tabungan Simpeda, Tapemda, dan Tabungan Mudharabah;
  • Menerapkan transaksi non tunai untuk E-SPB dan E-SP2D bekerja sama dengan pemda;
  • Menghadirkan layanan e-money Bank Sulselbar Apps bekerja sama dengan Telkom. Aplikasi ini dapat diunduh di playstore dan appstore;
  • Mendukung Gerakan Nasional Non Tunai dengan menghadirkan produk uang Ta’Card. Produk ini berupa uang elektronik berbasis kartu dengan teknologi RFID. Cara penggunaannya cukup dengan menempelkan kartu ini ke alat reader.
BACA JUGA:   PD BPR Bank Boyolali, Market Leader Daerah yang Berprestasi di Tingkat Nasional

“Kami juga telah memperluas jaringan distribusi dengan membuka 4 Kantor Kas baru, 7 Kantor Payment Point, dan penambahan 129 unit mesin ATM di sejumlah kota dan kabupaten,” papar Muhammad Rahmat.

Arah Kebijakan Bank Tahun 2019

“Arah kebijakan Bank Sulselbar dalam rangka pengembangan bisnis ke depan, baik untuk jangka pendek satu tahun (2018) dan jangka menengah tiga tahun (2018-2020), yakni melakukan akselerasi pertumbuhan bisnis sebagai kelanjutan dari fase penguatan internal yang berakhir pada tahun 2017,” jelas Muhammad Rahmat kepada Dewan Juri TOP BUMD.

Untuk tahun 2019, Arah Kebijakan Bank akan difokuskan pada 8 bidang yaitu:

  1. Corporate Culture, internalisasi dan implementasi corporate culture dari top management hingga lower management. Corporate Culture ini meliputi: Inovasi, Kerja sama, Integritas, Layanan Prima, Profesional;
  2. Perkreditan, positioning Bank Sulsebar di segemen retail dan korporasi;
  3. Pendanaan dan Layanan, pendanaan akan berbasis CASA dan dana korporasi. Yang paling utama adalah meraih status Bank Sulselbar menjadi Bank Devisa;
  4. Permodalan, penguatan modal sesuai regulasi dengan implementasi Sistem Kuota Saham;
  5. Pendapatan Operasional Non Bunga, terus mengembangkan internet dan mobile banking, membidik pasar milenial dengan digital banking;
  6. Perbaikan infrastruktur, digitalisasi seluruh proses bisnis untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi Bank Sulselbar;
  7. Sumber Daya Manusia, melakukan pengukuran kinerja (direksi dan komisaris), menerapkan e-learning dan knowledge management system;
  8. Unit Usaha Syariah, melaksanaka berbagai tahapan untuk implementasi spin off unit usaha syariah di tahun 2023.

Strategi Pengembangan Bisnis 2019

“Untuk menjalankan akselerasi pertumbuhan bisnis itu, maka strategi yang akan kami jalankan berpedoman pada Corporate Plan 2016-2020 yakni melakukan market penetration, market development, product development, dan operation excellent,” tutup Muhammad Rahmat.

BACA JUGA:   Peluang Menjanjikan, BPR Jatim Bidik Sektor Pertanian untuk Penyaluran Kredit

 

Penulis: Teguh Imam Suyudi

Tags: Bank SulselbarTop BUMD 2019
Previous Post

Awal Pekan, Rupiah di Jalur Positif

Next Post

PDAM Tirta Pakuan Masuk Nominasi Top BUMD 2019

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR