Jakarta, TopBusiness – Sebagai perusahaan penyedia air minum bagi masyarakat, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pakuan Kota Bogor, terus berupaya melakukan berbagai terobosan untuk memberikan pelayanan prima dengan mengutamakan aspek kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Tahun ini, Badan Usaha Milik Daerah Pemkot Kota Bogor ini yang memasang target cakupan layanan sebesar 97,2 % dan sebelumnya sebesar 91,44%, masuk nominasi sebagai salah satu finalis di ajang penghargaan “Top BUMD 2019”.
“Alhamdulillah dalam beberapa tahun terakhir, berbagai upaya optimalisasi produksi dan efisiensi operasional, performa usaha PDAM Tirta Pakuan bisa terus membaik dengan cakupan layanan yang juga terus meningkat. Sampai akhir tahun lalu (2018), cakupan pelayanan kami sudah mencapai 91,44%. Untuk tahun 2019, kami targetkan ada penambahan pelanggan baru di atas 5.000 sambungan, sehingga cakupan layanan bisa meningkat di kisaran angka 97%,” ungkap Direkur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya dalam sesi wawancara penjurian ajang corporate rating –“Top BUMD 2019”.
PDAM Tirta Pakuan, tahun ini terpilih dan masuk sebagai salah satu dari 200 finalis untuk maju di ajang penjurian Top BUMD 2019 yang dihelat Majalah TopBusiness bekerjasama dengan sejumlah lembaga konsultan dan riset Independent. Presentasi dan wawancara penjurian dilakukan langsung oleh Direkur Utama PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor, Deni Surya Senjaya, didampingi Dirktur Teknik, Syaban M, Direktur Umum, Rino Indira Gusniawan dan tim PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor yang berlangsung Jumat sore (15/3), di Gedung WTC I lantai 18, Jl.Jenderal Sudirman, Jakarta.
Menurut Deni Surya Senjaya, sebagai perusahaan milik pemerintah daerah, PDAM TIrta Pakuan terus dituntut agar bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk kepentingan hajat hidup masyarakat. Karena itu, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan air bersih di Kota Bogor, pihaknya juga terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi untuk meningkatkan produksi air yang memenuhi persyaratan air bersih serta perluasan cakupan wilayah. Dalam beberapa tahun terakhir, pelayanan teknis untuk pelanggan baru rata-rata bisa mencapai 5.000 sambungan baru per tahun, bahkan tahun lalu bisa mencapai 7.500 pelanggan baru, sehingga cakupannya pun bisa terus meningkat.
“Untuk meningkatkan pendapatan dan usaha, kami juga terus meningkatkan efisiensi proses produksi serta optimalisasi fasilitas yang ada. Selain itu, kami juga terus berupaya menekan tingkat kebocoran air untuk bisa disalurkan untuk menambah pelanggan baru. Ke depan, kami akan tetap fokus pada peningkatan kualitas pelayanan dengan berbagai program-program pengembangan yang telah kami rencanakan dengan investasi baru. Dengan adanya komitmen dan kerja sama yang kuat, PDAM optimis cakupan layanan 100% air bersih bagi masyarakat di Kota Bogor yang kini berpenduduk 1.095.419 jiwa, tidak lama lagi akan terpenuhi, termasuk dari peran dukungan swasta,” ujarnya.
Dalam kaitan ini, PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor telah menyusun program terencana guna meningkatkan cakupan layanan dengan melakukan sejumlah rencana aksi tahun ini. Beberapa rencana strategis untuk 2018 -2022, di antaranya meliputi peningkatan kapasitas produksi melalui optimalisasi dan membangun SPAM baru dengan investasi Rp 193.488 miliar. Program pengurangan kehilangan air, mencakup penggantian pipa distribusi, pemasangan DMA, pengggantian meter induk, penggantian meter air pelanggan dan tera meter dengan investasi Rp 131.616 miliar. Selain itu juga masih ada program lain, termasuk bidang pengembangan layanan berbasis teknologi informasi, seperti membangun aplikasi layanan untuk kemudahan pelanggan dan penerapan GIS untuk pemetaan peta seluruh jaringan pipa berbasis geospasial yang lebih akurat dengan investasi Rp 19.550 miliar.
“Sebagian invesatsi akan kami lakukan dari pijaman. Terkait layanan, juga ada program peningkatan SDM melalui pelatihan manajemen, seminar dan workshop bagi karyawan, studi banding dan lain-lain. Termasuk program sertifikasi untuk bisa memenuhi standar kompetensi dan sertifikasi,” papar Deni.
Terkait peningkatan layanan, lanjutnya PDAM Tirta Pakuan juga sudah memiliki website yang bisa diakses setiap saat, layanan online termasuk permohonan pelanggan baru, call center 24 jam, dan layanan melalui medsos. Saat ini juga sedang dibangun system aplikasi layanan baru berbasis teknologi informasi bernama Simotip. “Melalui aplikasi ini, nantinya pelanggan bisa cek tagihan, info gangguan dan lainnya melalui hanphone yang segera kami launching tahun ini,” ujarnya.
Ditambahkan, capaian lain yang juga membanggakan, sebagai BUMD, PDAM Tirta Pakuan dalam beberapa tahun terakhir juga bisa membukukan laba usaha dan membagi sebagian untuk deviden ke kas Pemkot Bogor untuk mendukung berbagai -program pembangunan masyarakat di Kota Bogor yang tahun lalu sekitar Rp20 miliar. Dari sisi kinerja pelayanan yang juga membanggakan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap layanan P{DAM Kota Bogor juga terus meningkat. Misalnya, Berdasarkan Hasil Survey Kepuasan Pelanggan (SKP) yang dilakukan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) melaporkan Indeks Kepuasan Pelanggan (IKP) PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2018, untuk pelayanan produk sebesar 76 atau masuk kategori pelanggan puas. Demikian juga dengan IKP kinerja pelayanan jasa pada tahun 2018, masuk katgori puas atau verry good dengan nilai 70.
“Dengan capaia ini, ke depan PDAM Kota Bogor terus berkomitmen untuk meningkatkan layanan yang lebih baik lagi. Hasil suurvei ini bis ajadi acuan dalam perencanaan dan pengambilan keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan. Apalagi juga ada hasil evaluasi dan masukan dari pelanggan yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih kongrit akan kebutuhan masyarakat Kota Bogor terhadap pelayanan kami,”ujarnya.
Penulis: Achmad Churi
