Jakarta, TopBusiness – Persatuan Insinyur Indonesia (PII) akan menggelar kongres luar biasa (KLB). PII menyatakan bahwa kongres tersebut akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Menurut Sekretaris Jenderal PII Teguh Haryono, hari ini pengurus inti PII telah bertemu Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, dan juga telah menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan menghadiri acara KLB tersebut. Bahkan rencananya, KLB itu akan diawali dengan pertemuan para insinyur dengan Presiden di Istana Negara, dalam waktu dekat.
“Hasil pertemuan kita, Kepala Staf Kepresidenan mengarahkan agar KLB PII dibuka dengan audiensi pada Presiden di Istana Negara. Kemungkinan acara dilaksanakan pada awal April 2019,” katanya usai bertemu Kepala Staf Kepresidenan dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (19/3/2019).
Dalam acara KLB itu nantinya akan dilakukan penyerahan sertifikat Surat Tanda Registrasi Indonesia (STRI) secara simbolis. Teguh mengungkapkan STRI merupakan sertifikat resmi untuk insinyur profesional. STRI dikeluarkan oleh PII sebagai merupakan asosiasi profesi keinsinyuran berkempoten.
Ditegaskan Teguh, Sebagai Insinyur yang memiliki sertifikat tersebut pun dinyatakan sebagai insinyur professional serta berkompeten untuk berkarya sesuai bidangnya. Ini upaya PII untuk meningkatkan layanan insinyur kepada publik, melalui berbagai bidang keinsinyuran professional, tegas Sekjen PII.
Teguh menerangkan, Pada tahap awal, PII telah menyiapkan dan akan memberikan STRI kepada 5.000. Di acara KLB nanti, PII akan memberikan 400 STRI kepada insinyur professional terpilih. Sertifikasi tersebut akan diatur dalam draf Peraturan Pemerintah (PP) yang merupakan turunan dari Undang-undang tentang Keinsinyuran nomor 11/2014.
Rancangan (draft) PP itupun sudah ditandatangani oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. “Selanjutnya, akan masuk ke Sekretariat Negara,” sambung Teguh.
Dalam acara KLB PII itu, rencananya organisasi profesi dengan puluhan ribu anggota ini akan akan meluncurkan data base dan roadmap keinsinyuran di hadapan Presiden Joko Widodo. Data SDM keinsinyuran ini akan disinkronkan sesuai dengan arah pembangunan penerintah.
Sertifikasi, road map dan data base merupakan dasar untuk menjalankan program keinsinyuran. Selain itu, PII juga akan menerapkan standar kode etik, standar layanan insinyur dan kurikulum.
“Setelah KLB nanti, PII akan bergerak cepat untuk mengoptimalkan potensi insinyur Indonesia mendukung pembangunan bangsa,” ucap Teguh.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyambut baik inisiatif PII ini, seraya mengapresiasi PII sebagai organisasi profesi yang kredibel dalam pengembangan insinyur Tanah Air.
Sementara itu Moeldoko menyatakan, Insinyur harus punya tanggung jawab intelektual dan tanggung jawab moral. PII ini adalah lembaga ini betul-betul paling kredibel, kata Moeldoko saat pertemuan dengan PII.
Penulis: Albarsyah
