Jakarta TopBusiness – PT BPR Bina Usaha Dana atau BUD Flores Timur memberantas jumlah rentenir dengan bermodalkan bunga rendah.
Menurut Dirut BPR BUD Monika V. I Fernandez, di Merchantile Athletic Club 1 di Jakarta, Selasa, manajemen mempunyai cara guna menekan laju pertumbuhan rentenir. “Kami pernah berdiskusi dengan seorang mamak di pasar tradisional, dan kami tanyakan seputar BPR. Dan ia menjawab kehadiran BPR sangat berarti baginya,” kata Monika.
Monika lantas menyebutkan cara untuk mengubah pandangan masyarakat terhadap rentenir. Yaitu, dengan melakukan sosialisasi dan edukasi serta memberikan bunga rendah.
Bahkan dirinya mengklaim, sejauh ini rentenir bisa dikendalikan dengan baik, bahkan tak lagi beroperasi di wilayah kerjanya. “Mereka kebanyakan berpindah ke wilayah lain. Kami kerap kali bersaing dengan mereka dan berhadapan langsung,” papar Monika.
Selanjutnya, beberapa koperasi yang bersifat rentenir pun mulai terlihat sepi aktivitas. Sebab, kegiatan operasional resmi perusahaan.
Perusahaan mencatat jumlah nasabah hingga akhir 2018 sebanyak 4.962 rekening. Sementara bunga kredit yang ditawarkan bervariasi. Semisal, KMK sebesar 1,5% pm, diikuti KUM (1,35% pm), investasi (1,1%), KPR (0,85%) dan konsumtif (1%).
Sejumlah rasio keuangan perusahaan sejauh ini cukup baik. Seperti, CAR sebesar 40,50%, NPL (2,3%), PPAP (99,80%), ROA (5,86%), LDR (90,58%).
Ditambahkan, untuk mempertahankan debitur exisisting, BPR BUD memberikan kemudahan pelayanan kredit seperti memberikan suku bunga ringan bagi debitur lama yang riwayat kreditnya baik dalam rangka melakukan top up kredit sesuai kemampuan.
Penulis :Agus H
