TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

2019, Pefindo Kredit Prediksi Debitur High Risk Masih Dominan

Busthomi
20 March 2019 | 10:04
rubrik: Business Info
Jasa Marga dapat Dana Talangan

FOTO: istimewa

Jakarta, TopBusiness – PT Pefindo Biro Kredit memastikan sepanjang 2018 lalu debitur dari nasabah perbankan, jila dilihat dari profilnya masih didominasi oleh debitur kategori risiko tinggi (high risk) dan juga risko rendah (low risk).

Dan kondisi seperti itu masih bisa terjadi, bahkan cenderung lebih besar yang high risk, sekalipun itu musiman. Untuk itu, perbankan tetap harus mewaspadai profil debitur yang seperti itu.

Menurut Direktur Utama Pefindo Biro Kredit, Yohanes Arts Abimanyu, selama ini untuk debitur yang memiliki kategori high risk itu dipengaruhi oleh tiga hal. Seperti, mereka itu yang masuk high risk karena masih memiliki masalah tunggakan.

Apalagi untuk tunggakan ini, kata dia, yang dimiliki debitur umumnya terjadi dalam tiga bulan terakhir terakhir sebelum penyekoran oleh Pefindo dikalkulasi.

“Dan ketiga pada subyek yang memiliki risk grade kategori high risk, mayoritas memang sudah tercatat memiliki tunggakan lebih dari 90 hari atau sudah write off (bad debt),” kata dia di Jakarta, Selasa (19/3/2019).

Dengan profil seperti itu, kata dia, pihak perbankan tetap harus hati-hati jangan sampai rasio kredit macet (non performing loan/NPL) itu jadi meningkat.

“Jadi kenapa bisa high risk? Itu karena rata-rata dari sisi kemampuan utang itu. Dimana mereka memiliki tunggakan. Jadi kalau ada tunggakan berapapun itu sudah masuk kategori high risk,” jelas dia.

Menurut data yang dicatat Pefindo Biro Kredit, di kuartal I-2018 kategori low risk yang tertinggi (50%), lalu high risk (44%), dan moderat (12%). Meski sepanjang tahun stagnan, tren yang high risk memang mulai menurun.

“Karena di kuartal IV-2018 itu untuk high risk 40%, low risk 43% dan moderate di angka 18%. Tapi itu musiman. Jadi masih ada potensi yang high risk itu meningkat,” jelasnya.

BACA JUGA:   Jadi Stabil, Peringkat Panorama tak Lagi Negatif

“Makanya harus diantisipasi (high risk). Dan biasanya mereka itu ciri-cirinya, selalu terlambat membayar cicilan, kemudian agresif banyak utang dimana-mana, sehingga banyak cicilan. Ini yang memengaruhi mereka menjadi high risk,” pungkas dia.

Penulis: Tomy

Tags: pefindo
Previous Post

IHSG Melaju ke Level 6.763

Next Post

BNI Syariah Targetkan Pembiayaan KPR Tumbuh 8 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR