
Jakarta, businessnews.id — Sebanyak 19% saham yang dimiliki Bumi Resources di Kaltim Prima Coal, beralih kepemilikan ke China Investment Corporation. Adapun nilai saham tersebut di USD 950 juta. “Pengalihan ini merupakan bagian dari perjanjian penyelesaian utang yang diumumkan 9 Oktober 2013,” kata Direktur Utama Bumi Resources, Ari Hudaya.
Ari, dalam keterbukaan informasi yang dilansir hari ini di Jakarta (3/7/2014) oleh otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan bahwa untuk selanjutnya, 42% saham pihaknya di Bumi Resources Mineral akan dialihkan ke China Investment Corporation.
“Hal ini akan dilakukan di September tahun 2014 setelah kami melakukan right issue.”
Jumlah utang Bumi Resources kepada China Investment adalah USD 1.989 juta. Itu terdiri atas pokok utang, bunga yang ditangguhkan, dan penalti atas pelunasan yang dipercepat.
”Dengan pengalihan 19% saham kami di Kaltim Prima itu, jumlah kewajiban kami bisa dikurangi menjadi USD 1.039 juta,” ucap Ari.
Sementara itu, pada penutupan perdagangan sesi pertama hari ini di BEI, harga saham Bumi Resources (kode emiten BUMI) di Rp 184 per lembar. Dengan demikian, naik Rp 2 per lembar bila dibandingkan dengan saat penutupan perdagangan kemarin.
Sepanjang sesi pertama hari ini, saham tersebut mencatatkan nilai transaksi Rp 22,06 miliar. Dengan volume perdagangan 119,93 juta; frekuensi transaksi 2.175 kali. (Achmad Adhito)
Editor: Achmad Adhito