Jakarta TopBusiness – Manajemen PT Jamkrida NTB sedang mengoptimalkan potensi nilai tambah penjaminan dari hasil kerja sama bisnis dengan 8 BPR milik pemda. Itu dilakukan sebagai upaya mempertahankan kestabilan bisnis. Pun, menumbuhkembangkan UMKM dan koperasi.
Kedelapan BPR dimaksud, yaitu, PD BPR NTB Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu dan Bima.
Menurut Direktur Utama Jamkrida Indra Manthica, di Jakarta, Rabu (20/3/2019) menjelaskan, manajemen akan mengoptimalkan 8 BPR berstatus milik pemda, lantaran mempunyai tingkat NPL yang terukur, “Di sana ada 39-sekian BPR, tapi itu swasta yang belum berani kami masuki, karena NPL-nya masih tinggi,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, alasan mengambil dan berani bekerja sama dengan kedelapan BPR tersebut adalah masih terkendali NPL lantaran manajemen kredit masih bagus dan risiko kredit terbilang kecil.
Hal tersebut dengan catatan, manajemen dapat mengatasi permasalahan dan bekerja sama baik dengan sejumlah BPR tadi. “Kalau BPR di NTB tak bisa kami selesaikan kami akan ekspansi ke non pemda. Karena tidak ada jalan lain, bagi kami hanya itu yang bisa dilakukan. Sementara untuk masuk ke bank-bank pemerintah besar sama sekali tertutup karena belum mengenal Jamkrida dan belum yakin,” paparnya.
Perusahaan sangat berhati-hati dalam menerima penjaminan kredit. “Jadi kami selektif betul ke BPR, saya bilang ke teman-teman, tolong perhatikan analisa kredit sebab mereka menganalisa kreditnya masih sangat sederhana sekali. Jadi, kami bantu juga beri pelatihan-pelatihan agar tertata,” jelasnya.
Hasil sinergi yang saling menguntungkan dengan kedelapan BPR adalah peningkatan jumlah nasabah. Per 31 Desember 2018 kemarin, perusahaan mencapai 6.328 unit usaha.
“UKM ini kemajuan yang cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kami merasa bisa jadi bermakna untuk usaha mikro dan kecil,” pungkasnya.
Penulis : Agus H
