TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Kontribusi Sarana Jaya, Turut Sukseskan Program DP Nol Rupiah Pemda DKI

Busthomi
27 July 2021 | 09:34
rubrik: BUMD, Event
Kontribusi Sarana Jaya, Turut Sukseskan Program DP Nol Rupiah Pemda DKI

Jakarta, TopBusiness – Program perumahan dengan down payment (DP) Rp0 yang menjadi program utama dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hingga kini relatif berhasil. Bahkan sampai saat ini, hunian ini pun masih diserbu banyak peminat agar bisa memiliki hunian murah tersebut.

Program yang tujuannya untuk mempermudah kepemilikan hunian bagi kalangan masyarakat berpanghasilan rendah (MBR) di DKI ini bisa berjalan sukses, salah satunya lantaran adanya kontribusi dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya.

Sebab, perusahaan pengembang properti milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu yang membangun hunian untuk memuluskan program DP Rp0 itu. Seperti yang dibangun di Jakarta Timur yakni Menara Samawa, Pondok Kelapa. Hingga kini, sudah ada sekitar 85% yang menempati hunian melalui skema DP Rp0 itu.

“Penyediaan Perumahan melalui Sistem Pembayaran DP Nol DP Nol Rupiah ini menjadi program unggulan kami. Karena kami turut membantu penyediaan hunian DP Nol rupiah bagi masyarakat berpenghasilan rendah DKI Jakarta. Untuk yang di Pondok Kelapa sudah terserap 85%,” tutur Direktur Pengembangan Sarana Jaya, Indra Sukmono Arharrys, dalam proses wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2021 itu, yang dilakukan secara virtual, belum lama ini. Dalam kesempatan ini, Indra didampingi oleh timnya dari berbagai divisi.

Boleh dibilang, kesuksesan dalam mewujudkan program DP Rp0 itu sebagai salah satu parameter keberhasilan kinerja Sarana Jaya. Lantaran, hal ini selaras dengan program kerja Pemprov DKI. Apalagi ini juga sesuai dengan visi-misi perusahaan. Terutama misi pertama Sarana Jaya yaitu, ‘Mengembangkan bisnis properti yang mendukung strategi dan program kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta’.

Adapun, visi-misi perusahaan adalah, untuk Visi: Menjadi Perusahaan Pengembang yang Terkemuka dan Berkelanjutan di Indonesia.

BACA JUGA:   Begini Kiprah Bumi Siak Pusako Jadi Role Model BUMD Energi di Indonesia

Dengan Misi yaitu Sarana Jaya memiliki misi untuk berperan aktif dalam: Mengembangkan bisnis properti yang mendukung strategi dan program kerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta; Menjalin kemitraan strategis untuk menciptakan nilai (value creation) produk dan jasa yang dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Selanjutnya, Berperan aktif dalam mendorong pembangunan kawasan di perkotaan; Mewujudkan SDM yang unggul; dan Berkomitmen terhadap lingkungan yang berkelanjutan.

“Dengan dipercayanya Sarana Jaya oleh Pemprov DKI Jakarta untuk menangani pembangunan proyek-proyek strategis di lingkungan DKI Jakarta seperti pengembangan Kawasan Sentra Primer Tanah Abang dan pembangunan rumah hunian dengan DP Rp0, serta untuk menunjang visi-misi Pemerintah Provinsi Jakarta untuk mengembangkan kawasan-kawasan perkotaan yang bersifat modern telah menjadi strategi bisnis kami untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,” papar dia.

Inovasi Bisnis

Untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik tersebut, Perumda Pembangunan Sarana Jaya terus melakukan  terobosan dan inovasi agar senantiasa dapat berkinerja lebih baik lagi. Pasalnya, tak bisa dipungkiri selama pandemi Covid-19 ini, perusahaan di sektor properti sangat terdampak. Termasuk Sarana Jaya.

“Inovasi yang kami lakukan salah satunya dengan menargetkan pencapaian Occupancy Rate (OR) di pengelolaan aset bisa tercapai sesuai KPI dengan rata-rata 80%. Juga untuk pemasaran di gedung Sarana Jaya pusat OR dapat tercapai 100% sampai dengan 3 tahun ke depan,” ujar Indra.

“Selain itu, untuk terobosan pemasaran: kita juga sudah menggunakan sistem dalam mengelola penjualan yang dapat menampilkan stok unit, cara pembelian dan penyajian dashboard pengenalan KSO kepada Direksi.”

Dalam hal ini, dia melanjutkan, beberapa langkah yang dilakukan adalah, dengan penambahan SBU (Strategy Business Unit) atau pembentukan struktur baru, di antaranya SBU SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) dan SBU ITF (Intermediate Treatment Facility). Kemudian, melakukan perbaikan SOP; eksplorasi opsi kerja sama dengan pihak ketiga, baik bersama BUMN maupun swasta.

BACA JUGA:   Walau Diterpa Pandemi, BPRS Magetan Bisa Cetak Laba dan Setor PAD

Langkah yang dilakukan dalam perbaikan sistem dan inovasi bisnis ini dirasa memiliki manfaat besar bagi banyak stakeholder, seperti semakin luasnya sektor bisnis yang dalam hal ini berkaitan dengan proyek penugasan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang harapannya dapat bermanfaat bagi masyarakat.;

Lalu, dengan perbaikan SOP agar terciptanya efisiensi pekerjaan dan tugas pokok yang jelas dalam mencapai target kinerja tersebut; dan juga semakin terjalin hubungan kerja sama dan koordinasi yang baik dengan pihak eksternal untuk menunjang kegiatan strategis daerah dan bisnis yang dijalankan oleh Sarana Jaya.

Potret Kinerja Keuangan

Tak bisa dipungkiri, dampak pandemi covid-19 memang sudah turut menggerus kinerja keuangan perseroan. Beberapa pos keuangan seperti pendapatan usaha dan laba bersih juga turun drastis, bahkan tak mencapai target RKAP 2020 yang sudah direvisi.

Maka tak aneh jika hasil audit keuangan terhadap Sarana Jaya tahun 2020 lalu dianggap “Kurang Sehat”, meski status opininya masih sama yakni Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Terlihat, untuk realiasasi pendapatan usaha di 2020 lalu hanya tercapai 55% atau Rp80,96 miliar dari RKAP 2020 yang sebesar Rp139,72 miliar. Hal yang sama juga terjadi pada laba bersih yang di tahun lalu hanya diraih sebanyak Rp2,17 miliar atau 42% dari target RKA-P 2020 di angka Rp5,15 miliar.

“Sejak 2016 hingga 2018 sebetulnya terdapat kenaikan dalam Pendapatan Usaha perusahaan. Karena kondisi industri properti yang tidak kondusif tahun 2019 dan dampak Covid-19 tahun 2020 menyebabkan penurunan yang signifikan pada Pendapatan Usaha tahun 2019 dan Tahun 2020. Pendapatan Usaha pada tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 51% daripada tahun 2019,” terangnya.

Hal yang sama juga terjadi terhadap setoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada 2016 sampai dengan 2018 terdapat kenaikan dalam setoran PAD. Namun karena kondisi industri properti yang tidak kondusif tahun 2019 dan dampak Covid-19 tahun 2020 menyebabkan penurunan yang signifikan PAD tahun 2019 dan proyeksi PAD Tahun 2020.

BACA JUGA:   Berkat Inovasi dan Tata Kelola, Kinerja BPR Padang Pariaman Makin Tumbuh dan Berkembang

“Makanya untuk nilai PAD tahun 2020 asumsi 40% dari laba bersih yakni sebanyak Rp871 juta belum disetorkan karena menunggu persetujuan Gubernur Pemprov DKI JKT,” katanya.

Meski begitu, kata Indra, yang masih membanggakan boleh disebut dari sisi kinerja penjualan atas pengelolaan asset dan skor pelayanan terhadap pelanggan. Baik itu di 2019 maupun di 2020 lalu. Tercatat, untuk nilai pendapatan pengelolaan aset di tahun 2019 lalu dari target di angka Rp48,707 miliar tercapai Rp Rp44,707 miliar atau 95%. Adapun di tahun 2020 lalu dari target Rp46,603 miliar untuk realisasinya tercapai sebanyak Rp49,665 miliar atau 107%.

“Sementara untuk skor layanan pelanggan tetap sama dengan skor positif, baik dari target maupun realisasinya untuk KPI SPI berada di skor 80%, sama-sama di tahun 2019 dan 2020 kemarin,” pungkas Indra.

FOTO: TopBusiness

Tags: Perumda Pembangunan Sarana JayaTOP BUMD Awards 2021
Previous Post

Terapkan GRC, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia juga Andalkan IT

Next Post

Sukses Dukung PPKM, Jasa Marga Catat Penurunan Lalin di Empat Gerbang Tol Utama Capai 40%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR