Jakarta TopBusiness – PD BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, Jawa Tengah bertekad tak akan meninggalkan nasabah usaha mikro, kecil dan menengah meski harus menggelontorkan kredit minimal Rp 3 juta per nasabah.
Saat berdiskusi dihadapan juri Top BUMD 2019. Dirut BPR Bank Bapas 69 Teguh Wiharso, di Jakarta, hari ini, menyebutkan bahwa total aktiva perusahaan per 31 Desember 2018 mencapai Rp 1,020 triliun dengan outstanding kredit Rp 752 miliar dengan jumlah nasabah hampir 23.000-an.
Dari Rp 752 miliar itu, sebanyak Rp 330 digelontorkan ke sektor mikro dengan jumlah nasabah mencapai 16.451 sehingga average per nasabah Rp 20 juta. “Kami masih memberikan pinjaman Rp 3 juta, walaupun BPR-BPR lain sudah meninggalkan, apalagi bank-bank umum karena tugas kami berdiri di dua kaki yaitu satu profit oriented dan sosial,” ungkap Teguh.
Perusahaan tetap mempertahankan orientasi sosial, meski segi keekonomian tak ekonomis lagi. “Namun sebagai tugas pokok fungsi kami sebagai BUMD adalah pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Magelang yang berkelanjutan, kami harus lakukan,” ucapnya.
Bunga yang ditawarkan cukup rendah hanya mencapai 6% dengan subsidi silang untuk kredit Rp 20 juta. Dari segi cost of fund tertutup, tapi dari overhead cost, perusahaan harus menjalani aspek sosial.
Pemberdayaan masyarakat tersebut tak terlepas dari peran pokok Bapas 69 sebagai BUMD guna meningkatkan perekonomian di Kabupaten Magelang yang berkelanjutan.
“Menyongsong genap 50 tahun emas, kami sudah cukup dewasa barang kali sebagai lembaga harus bergerak maju untuk mencapai cita-cita para pendahulu dan berperan serta dalam pembangunan,” pungkasnya
