Jakarta, TopBusiness – Berdiri sejak tahun 1985 dengan nama PD BPR Bank Pasar Kabupaten Gunungkidul, PD BPR Bank Daerah Gunungkidul (BDG) mempunyai tujuan memberantas praktek rentenir dan mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kesejahteraan masyarakat.
Ya, praktek rentenir di Gunungkidul menjadi satu sebab mengapa kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat melambat. Hal itu mendorong tingkat stres masyarakat semakin tinggi. Permasalahan ekonomi itu akhirnya berujung pada maraknya aksi bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul.
Ditambah lagi dengan adanya mitos “Pulung Gantung”. Memang sudah sejak lama mitos “Pulung Gantung” (Aksi Bunuh Diri) menjadi fenomena yang banyak di jumpai di Gunungkidul. Himpitan ekonomi ditengarai menjadi sebabnya, ditambah lagi kondisi alam Gunungkidul yang gersang menyebabkan perhatian masyarakat terkuras hanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Atas fenomena itulah, PD BPR Gunungkidul berupaya mengeluarkan segala jurusnya mengatasi persoalan ekonomi masyarakat tersebut, sehingga diharapkan tak ada lagi yang namanya “Pulung Gantung”.
“Banyak upaya yang kami lakukan dalam mengurangi rentenir, salah satunya kami terus mempromosikan produk kredit dengan promo bunga yang sesuai kebutuhan nasabah serta memperluas wilayah penyaluran kredit,” ujar Direktur Utama PD BPR Gunungkidul Dra. Rini Widiyanti saat mengikuti penjurian TOP BUMD di Jakarta, Kamis (21/03).
Untuk mendukung usahanya itu, PD BPR BDG menambah tenaga marketing yang berkualitas dan terus melatih SDM yang telah ada. Tak hanya itu, PD BPR BDG juga melakukan pendekatan kepada komunitas-komunitas usaha yang mana terdapat prasyarat yakni adanya proses internal business yang mendukung terciptanya kemitraan yang berkualitas.
“Selain itu kami juga menciptakan produk-produk yang berkualitas tentunya,” pungkas Rini Widiyanti.
Penulis: Mi’roji
