Jakarta, TopBusiness – PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) mengaku tengah mematangkan rencana untuk ekspansi anorganik berupa akuisis rumah sakit (RS). Rencananya, ekpansi bisnis ini bakal dilangsungkan di tahun ini.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur Utama KAEF, Honesti Basyir usai acara perjanjian juali beli saham PT Paphros Tbk di Jakarta, Rabu (27/3/2019).
Menurut dia, anggaran akuisisi RS ini sudah masuk dalam rencana belanja modal (capex) perseroan di tahun 2019 ini. Total capex-nya sendiri yang disediakan perseroan mencapai Rp4,2 triliun.
“Dari capex Rp4,2 triliun itu, sebanyak Rp1,2 triliun untuk belanja anorganik (akuisisi RS) dan 3 t untuk organik. Tapi kita akan lihat nanti,” jelas Honesti.
Meski serius untuk mengakuisisi beberapa perusahaan, kata dia, rencana ini ternyata masih kajian dan pihaknya juga belum melakukan due dilligent.
“Tapi kita yakin dengan ini (akusisi RS) bagus untuk KAEF dalam rangka memperkuat prospek bisnis kami. Karena selama ini kami belum punya RS,” katanya.
Menurut dia, industri RS ini masih menarik seiring dengan adanya BPJS Kesehatan ini. Selama ini, pihaknya mengaku sudah kuasai industri farmasi atau obat, dengan mengakuisi RS disebutnya akan memperkuat ekosistem bisnis perseroan.
Dia menambahkan, akuisisi perseroan terhadal RS ini dipastikan lebih dari satu, baik itu RS BUMN atau RS swasta. Makanya kepemilikan saham tersebut di RS itu juga tidak harus mayoritas.
“Nanti kita lihat kemungkinanannya, apakah ada yang mayoritas atau tidak. Tapi yang kita akuisisi lebih dari satu. Dan caranya kita akuisisi perusahaan pengelola RS itu, sehingga KAEF tak perlu menyiapkan anak usaha baru,” jelas dia.
Sebelumnya, Kimia Farma sendiri menganggarkan belanja anorganik mencapai Rp2,5 triliun. Sebanyak Rp1,3 triliun disisihkan untuk mengakuisi 56,77% saham PT Phapros Tbk yang dimiliki PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero). Proses ini, sudah rampung hari ini.
Sumber pendanaan yang sebanyak Rp4,2 triliun tersebut berasal dari pinjaman perbankan BUMN yang porsinya hingga 70 persen. Sedang sisanya mengandalkan kelebihan dari hasil penerbitan medium term notes (MTN) plus kas internal.
Penulis: Tomy
