Jakarta, TopBusiness—Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) untuk tahun buku 2018 menyepakati pembagian dividen kepada pemegang saham sebanyak Rp40,84 miliar dari laba bersih.
Laba bersih AGRO tahun 2018 sendiri sebesar Rp204 miliar. Sehingga dividen yang disebar setara dengan 20 persen.
“RUPST menyetujui untuk membagi dividen sebesar 20 persen dari laba bersih Rp204 miliar. Dengan harga per saham sebesar Rp1,9. Karena harga kita masih kecil, sehingga pembagiannya segitu,” ujar Direktur Utama BRI Agro, Agus Noorsanto, di Jakarta, Kamis (28/3/2019).
Namun, perseroan belum bisa memastikan tanggal pembagian dividennya (cumdate). “Nanti akan dipastikan selanjutnya oleh direksi,” kata dia.
Lebih jauh dia menegaskan, di tengah ketidakstabilan kondisi perekonomian global di tahun 2018, Bank BRI Agro masih mampu menunjukkan pertumbuhan dan kinerja keuangan yang menggembirakan dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja di atas rata-rata industri.
Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2018 (audit), BRI Agro berhasil mencatatkan pertumbuhan aset sebesar 42,83% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy).
“Sehingga sampai dengan akhir tahun buku 2018 total aset BRI Agro tercatat sebesar Rp23,31 triliun,” ujar Agus.
Peningkatan total aset tersebut, kata dia, ditopang oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mampu diikuti oleh pertumbuha kredit yang masing-masing meningkat sebesar 45,46% dan 42,70% dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy).
Sehingga sampai dengan akhir tahun buku 2018 BRI Agro berhasil menghimpun DPK sebesar Rp18,06 triliun dan berhasil menyalurkan kredit kepada masyarakat sebesar Rp15,67 triliun.
Dari sisi permodalan, kata dia, BRI Agro berhasil meningkatkan total modalnya menjadi sebesar Rp4,42 triliun atau tumbuh sebesar 42,20% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).
Selain itu, BRI Agro juga berhasil menjaga kredit secara prudent, hal tersebut tercermin dari rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) yang mampu tetap dijaga tetap di bawah 3%.
“Pertumbuhan kinerja dan keberhasilan mengelola kredit secara prudent berdampak positif terhadap kinerja laba bersih sebesar Rp204 miliar atau tumbuh sebesar 45,71% dari tahun sebelumnya (yoy),” jelasnya.
Agenda RUPST sendiri membahas tujuh agenda. Selain pembagian dividen juga membahas terkaut perubahan Anggaran Dasar perusahaan dan persetujuan pencatatan dampak penerapan PSAK 71.
“Khususnya untuk pencatatan dampak penerapan PSAK 71, RUPS Tahunan setuju untuk dilakukan penundaan dan akan dibahas kembali pada RUPS Tahunan 2020 nanti,” kata dia.
Hal tersebut, lanjut dia, dilakukan guna memberikan waktu kepada manajemen BRI Agro untuk mengkaji kembali dan melakukan analisa yang lebih mendalam terkait dampak penerapan PSAK 71 terhadap kinerja BRI Agro.
Penulis: Tomy
