TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Pulau Coffee Kenalkan Varian Kopi Spesial Terbarunya, Ada Perbedaan Karakter

Nurdian Akhmad
12 April 2019 | 18:00
rubrik: Business Info
Pulau Coffee Kenalkan Varian Kopi Spesial Terbarunya, Ada Perbedaan Karakter

Jakarta, TopBusiness – PT Bima Tikhe Berkat, perusahaan yang mengusung brand Pulau Coffee, hari ini memperkenalkan beberapa varian kopi spesial (specialty coffee) terbarunya kepada para penikmat kopi dalam acara Coffee Tasting yang dihelat  di One Teaspoon Cafe, Gedung Smesco, Jakarta.

Ada empat jenis kopi spesial yang diperkenalkan  yakni Mandheling dari Sumatera Utara, Parahyangan Coffee dari Jawa Barat, Ijen Crater dari Bondowoso, dan Toraja dari Sulawesi Selatan. Masing-masing  jenis kopi tersebut memiliki karakter  yang berbeda.

“Ada yang cenderung berasa buah, ada yang cenderung rasa cokelat, ada yang cenderung sitrus. Ada lagi yang cenderung earthy atau rasa tobacco, karena banyak di tanam di daerah kebun tembakau.  Kopi itu menyerap tanaman di sekitarnya,” ujar CEO Pulau Coffee Verra Victoria kepada media di sela pengenalan produk baru tersebut, Jumat (12/4/2019).

Selain keempat jenis kopi tersebut, Pulau Coffee juga memperkenalkan  tiga jenis kopi untuk tujuan gaya hidup atau lifestyle yakni  Morning Coffee, Afternoon Coffee, dan Weekeend Coffee. Dalam acara Coffee Tasting, para penikmat kopi dipersilakan untuk mencicipi masing-masing kopi tersebut. “Target kegiatan Coffee Tasting ini adalah untuk membentuk brand,”  ucap Verra.

Menurut Verra, kopi spesial Indonesia sebenarnya sudah dikenal dunia sejak jaman Belanda, terutama untuk kopi Mandailing dan Toraja. Bahkan, kopi Mandailing bibitnya berasal dari Malabar yang dibawa oleh penjajah Belanda dan ditanam di daerah Sumatera Utara. “Kopi spesial Indonesia di Eropa dikenal quen of coffee,”  ucap dia.

Sebab itu, kata Verra, sejatinya secara kualitas kopi spesial dari Indonesia tidak kalah dibandingkan kopi dari negara-negara penghasil kopi dunia seperti Afrika dan negara Amerika Selatan. Persoalannya, kopi Indonesia di pasar Eropa dan Amerika Serikat (AS) hanya soal jarak yang lebih jauh sehingga

BACA JUGA:   Transaksi Harian Minggu Ini Tumbuh 16,6 Persen Menjadi 280.270 Kali

“Perbedaan kita hanya soal jarak. Kalau Eropa dari Afrika kan lebih dekat, kalau kita lebih jauh untuk shipping. Demikian negara-negara Amerika Latin seperti Kolombia dan Brasil itu lebih dekat ke Amerika,” tutur dia.

Verra menambahkan, secara pribadi ia juga memiliki misi  agar kopi Indonesia bisa dominan di negeri sendiri. Sebab, sekarang ini sudah banyak kopi-kopi  impor masuk ke dalam negeri, antara lain dari Amerika dan Afrika.

“Untuk di luar negeri, kita harus lebih ekspan dan massif lagi. Dan pemerintah harus lebih mensupport lagi kepada para entrepeneurship kopi kita untuk bisa mendapatkan pangsa pasar baik di Eropa maupun AS. Salah satu yang sudah berhasil di AS melalui kerja sama Starbucks dengan kopi kita dari Aceh,” ujar dia.

Meskipun baru diperkenalkan ke para penikmat kopi di Jakarta, sejatinya kopi spesial dari Pulau Coffee sudah lama beredar di pasaran. Saat ini, produk kopinya sudah masuk ke 9 gerai Food Hall Supermarket dan satu gerai Kemcick. Ia juga memasok ke sejumlah coffee shop di Jakarta dan kota-kota besar di Jawa.

Untuk pasar luar negeri, Verra sudah mengekspor kopi biji ke Belanda. “Harapannya, kopi Indonesia tetap meningkat penjualan di luar negeri dan semakin dikenal. Seperti di Turki sekarang tidak sulit memasarkan produk kopi kita, karena sudah terkenal di sana,” ujar dia.

Sementara itu, Karina salah satu penikmat kopi yang hadir di acara Coffee Tasting ini mengaku sudah mencoba semua jenis kopi yang disediakan. Tapi yang paling suka adalah kopi Ijen Crater karena rasanya yang kuat sekali.

“Rasanya strong banget, penggemar kopi seperti saya yang biasa minum kopi dicampur es, susu dan raw sugar, ini enak banget. Kalau kopi sudah dicampur es kan rasanya jadi hambar, tapi ini rasanya lebih strong,” ujar Karina dalam acara yang dihadiri puluhan para penggemar kopi.

BACA JUGA:   Pertambangan Tahap Eksplorasi Sebaiknya Boleh IPO

Penulis: Nurdian

Tags: Pulau Coffee
Previous Post

Akhir Pekan, IHSG masih Nyaman di Area Negatif

Next Post

Kementerian PUPR Terus Tingkatkan Kualitas Sistem Pengendalian Intern

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR